Sejarah

Awal Kedatangan Portugis dan Spanyol di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan

Karya misi di wilayah Sulawesi Utara dimulai pada abad ke-16. Bangsa Eropa yang memulai karya misi itu ialah Kerajaan Portugis.

Penulis: David Manewus
Editor: David Manewus
tribun manado/alpen martinus
ilustrasi Benteng Portugis Amurang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Karya misi di wilayah Sulawesi Utara dimulai pada abad ke-16. Bangsa Eropa yang memulai karya misi itu ialah Kerajaan Portugis.

Namun oleh karena mereka kalah dari bangsa Belanda, mereka keluar dari wilayah ini. Datanglah kemudian kerajaan Spanyol sehingga karya misi dapat diteruskan.

"Pada abab ke-16 kurang sekali catatan sejarah karya misi yang bisa dihubungkan dengan Sulut. Meskipun demikian, dari beberapa catatan kehadiran Portugis dan Spanyol di Sulut dapat dilaporkan," kata Pastor Ambrosius Wuritimur dalam bukunya Karya Misi di wilayah Keuskupan Manado

Ia mengatakan dari laporannya kepada Pemimpin Umum Ordonya di Roma setelah ia mengamati keadaan misi di seluruh Maluku, Pater Bernardino Ferrari menyebut Sulawesi dan beberapa pulau lainnya seperti Siau, Sanger, dan Manadp pada tahun 1582. Tetapi apakah ada tindak lanjut dari laporan itu dengan pengiriman misionaris-misionaris untuk wilayah Sulawesi, tidak ada catatan yang didapat.

"Tetapi rupanya ada catatan lain bahwa baptisan pertama di Pantai Sulawesi Utara terjadi pada tahun 1538, dan sejak tahun 1563-1667 kegiatan misi agak menetap agak menetap di Minahasa, Siau, Sangihe, dan Talaud (Bulkmann 2011 : 14). Catatan itu didasarkan pada dokumen-dokumen asli yang dimiliki," katanya.

Meskipun dalam dokumen-dokumen resmi-resmi Gereja, baik dari pihak Gereja Katolik maupun Gereja Protestan, menyebutkan tahun 1563 sebagai tahun di mana baptisan pertama terjadi, namun dalam "seri buku Documenta Malucensia tahun 1974, yang berisi surat-surat dalam laporan-laporan para misionaris Jesuit, khusus volume I antara tahun 1542-1577, dalam bahasa Latin-Portugis-Spanyol, keyakinan ini dikoreksi.

Di sana disebutkan bahwa pada tahun 1538 sudah dilangsungkan pembabtisan di Pantai Utara Sulawesi". Dan orang yang melakukan pembabtisan ialah "seorang nakhoda kapal Portugis bernama Francisco de Castro, yang atas perintah komandan benteng Ternate, Antonio Galvao, melakukan ekspedisi atau penyelidikah ke daerah-daerah Papua, Sulawesi dan Mindanao".

Fakta ini disebutkan pula dalam buku "a treatise on Moluccas", ditulis sekitar tahun 1544, yang barangkali merupakan versi awal buku "Historia das Moluccaa" karangan Antonio Galvao, komandan tahun 1536-1540 (Tinangon 2015:135). Tahun babtisan pertama ini serentak memberi informasi mengenai kedatangan orang Portugis di Sulawesi Utara.

Catatan yang lain yang lebih awal dibuat oleh Hubertus van Kol yang berdasar pada penulis lain menerangkan bahwa sekitar bulan Oktober 1521 serombongan orang Spanyol yang pernah bergabung dengan armada laut Ferdinand Magelhaens di Tidore. Sebagian anggota armada ini memisahkan diri dan berlabuh di salah sati tempat di salah satu tempat di Pantai Minahasa.

Diperkirakan mereka datang juga dengan membawa misionaris untuk tujuan misi sebagaimana kebiasaan waktu itu dalam pelayaran-pelayaran orang Spanyol dan Portugis, sehingga diperkirakan pada tahun 1520-an sudah ada umat Katolik. Hanya ada data mengenai hal itu tidak dimiliki (Palar 2009 :226).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved