Sejarah

Misionaris Mulai Menetap di Manado dan Tomohon

Terhitung sejak tahun 1886, berarti 17 tahun setelah Gereja Katolik kembali ke Sulawesi Utara, barulah izin menetap diberikan bagi para imam.

Penulis: David Manewus
Editor: David Manewus
Istimewa
Gereja Hati Kudus Yesus Tomohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada mulanya Sulawesi Utara dikunjungi hanya setahun sekali dari basis di Surabaya.

itu kata-kata Pastor Ambrosius Wuritimur dalam buku "Karya Misi di Wilayah Keuskupan Manado".

Dalam perjalanan waktu izin diberikan kepada imam-imam Katolik untuk mulai menetap di Manado dan Tomohon.

Izin ini tentu bukan tanpa perjuangan.

Dengan memperhitungkan keamanan misionaris dan pertimbangan katolisasi di Sulawesi Utara, maka tidak mudah sebuah izin diberikan.

"Terhitung sejak tahun 1886, berarti 17 tahun setelah Gereja Katolik kembali ke Sulawesi Utara, barulah izin menetap diberikan bagi para imam," katanya.

Imam-imam yang mulai menetap pada waktu itu (lihat van Paassen dan Wagey 2014:16-19) ialah:

1. Pastor Bernardus Jocabus Josephus Mutsaers dan Bolsius

Pastor Mutsaers datang di Manado tahun 1878 dan berkarya sampai dengan tahun 1889.

Namun, ia baru tinggal menetap di Manado pada tahun 1886 ketika pemerintah Kolonial memberi izin kepada seorang pastor untuk menetap.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved