Sejarah

Mulainya Karya Misi di Sulut dan Tujuannya

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada tahun 1538 terjadi pembabtisan pertama, dilakukan oleh seorang nahkoda kapal Portugis bernama Franciso de Castro

Penulis: David Manewus
Editor: David Manewus
Istimewa
Pastor Ambrosius Wuritimur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada tahun 1538 terjadi pembabtisan pertama, dilakukan oleh seorang nahkoda kapal Portugis bernama Franciso de Castro, dan sejak tahun 1563-1688 kegiatan misi agak menetap di Minahasa, Siau, Sangihe, dan Talaud.

Pada akhir Mei tahun 1563 pastor Diogo de Magelhaes, S. J. tiba di Manado untuk melaksanakan karya misi di Sulawesi Utara. Ia tinggal selama 14 hari di Manado.

Selama 14 hari itu, ada banyak orang yang meminta untuk dibabtis. Maka, ia memberikan pengajaran dasar mengenai agama, dan setelah itu ia membabtis Raja Manado dan 1500 bawahannya.

Ia juga membabtis Raja Siau yang kebetulan tinggal di Manado dengan nama Jeronimo. Setelah 14 hari itu, ia berlayar ke Bolaang di pantai utara. Raja Bolaang juga meminta untuk dibabtis, namun Pastor Magelhaes tidak membabtisnya, karena raja belum lama memeluk  agama lain (Bulkman 2011:27).

Selanjutnya ada 3000 orang penduduk Pantai Kaidipan meminta untuk dibaptis, tetapi Magelhaes hanya membabtis kepala-kepala sukunya. Setelah itu ia berlayar menuju Toli-toli.

"Akan tetapi, mengenai Toli-toli tidak ada laporan pembabtisan," kata Pastor Ambrosius Wuritimur dalam bukunya Karya Misi di Wilayah Keuskupan Manado.

Pastor Magelhaes kemudian kembali lagi ke Manado via Kaidipan. Di Kaidipan dalam perjalanan pulangnya itu, ia membabtis 2000 orang Kaidipan (Bulkmann 2011:27).

Dari kepulauan Banggai, raja mengirim utusan ke Ternate untuk meminta imam-imam supaya raja dan rakyatnya dibabtis, karena mereka ingin menjadi Katolik. Permintaan ini tidak ditindaklanjuti. Meskipun demikian, Raja Banggai tetap mengirim putera mahkotanya ke Ternate, dan pemuda itu dibabtis di Ternate, walaupun hal itu menyebabkan Sultan Ternate, Hairun tersinggung (Bulkmann 2011:30).

Pada tanggal 4 Agustus 1568 Pastor Pedro Mascarenhas ikut serta dalam ekspedisi yang dipimpin oleh Lourenco Furtado ke Manado, Siau, dan Sangir. Tujuan utama ekspedisi ini ialah bergabung dengan armada dari Admiral Portugis untuk mengusir Spanyol mundur ke Filipina.

Ekspedisi ini datang ke Manado terlebih dahulu, dan sesudah beberapa hari kemudian ke Siau. Pastor Mascarenhas ikut sampai ke Siau dan tinggal di sana dengan beberapa tentara, dan di sana ia membaptis ayah dari raja Siau, Jeronimo. Sementara Lourenco Furtado pergi bergabung dengan armada admiral Portugis.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved