Natal 2019

Sinterklas

Biasanya di Sulawesi Utara pada bulan Desember diadakan tradisi Sinterklas. Sebenarnya tokoh ini berasal dari nama Santo Nikolaus dari Myra, Uskup

TribunManadoWiki.com
Sinterklas 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Biasanya di Sulawesi Utara pada bulan Desember diadakan tradisi Sinterklas.

Sebenarnya tokoh ini menurut Pastor Ardi Watuseke, pengajar di Seminari Menengah Kakaskasen mengambil pengambaran dari Santo (orang kudus laki-laki) Nikolaus dari Myra, Uskup dan Pengaku Iman.

Tokoh ini diperingati Gereja Katolik setiap tanggal 6 Desember setiap tahun.

Menurut Buku Orang Kudus Sepanjang Tahun yang disusun Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders CICM, Nikolaus lahir di Parara, Asia Kecil dari sebuah keluarga yang kaya raya.

Sejak masa mudanya ia sangat menyukai cara hidup bertapa dan melayani umat.

Ia kemudian menjadi seorang imam yang sangat disukai umat.

Harta warisan dari orangtuanya dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan amal, terutama untuk menolong orang-orang miskin.

Sebagai imam ia pernah berziarah ke Tanah Suci.

Sekembalinya dari Yerusalem, ia dipilih menjadi Uskup kota Myra dan berkedudukan di Lycia, Asia Kecil (sekarang: Turki).

Santo Nikolaus dikenal di mana-mana.

Ia termasuk orang kudus yang paling populer, sehingga dijadikan pelindung banyak kota, propinsi, keuskupan dan gereja.

Di kalangan Gereja Timur, ia dihormati sebagai pelindung para pelaut; sedangkan di Gereja Barat (Gereja Katolik Roma), ia dihormati sebagai pelindung anak-anak, dan pembantu para gadis yang tidak mampu menyelenggarakan perkawinannya.

Namun riwayat hidupnya tidak banyak diketahui, selain bahwa ia dipilih menjadi Uskup kota Myra pada abad keempat yang berkedudukan di Lycia.

Ia seorang uskup yang lugu, penuh semangat dan gigih membela orang-orang yang tertindas dan fakir miskin.

Pada masa penganiayaan dan penyebaran ajaran-ajaran sesat, ia menguatkan iman umatnya dan melindungi mereka dari pengaruh ajaran-ajaran sesat.

Ketenaran namanya sebagai uskup melahirkan berbagai cerita sanjungan.

Sangat banyak cerita yang menarik dan mengharukan.

Namun tidak mudah untuk ditelusuri kebenarannya.

Salah satu cerita yang terkenal ialah cerita tentang tiga orang gadis yang diselamatkannya: konon ada seorang bapa yang tak mampu menyelenggarakan perkawinan ketiga orang anak gadisnya.

Bapak tersebut adalah seorang yang miskin.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved