Sejarah

Mengenal Molibagu di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Sulawesi Utara

zaman keemasan kedua di bawah pimpinan Raja Hasan Van Gobol dengan perpindahan kerajaan ke bagian pantai selatan yang dikenal sebagai Molibagu

tribun manado/David Manewus
Makam Raja Hasan Van Gobol 

TRIBUMANADOWIKI.COM - Banyak cerita rakyat terkait asal-muasal Suku Bolango di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Beberapa catatan sejarah di antaranya menggambarkan zaman keemasan suku paling selatan di Tanah Totabuan ini.

Menurut Saleh Echsan Gobel, Ketua Komunitas Budaya "Sandoba" Bolaang Uki, seluhurnya Abram Gobol dikaruniai putra dan putri.

Mereka adalah Tileytidu, Tidebulra, Ene, Tintingio, Prens Polingala (raja 1788-1801), Prens Pulrubulwara (raja 1801-1810), dan Prens Bomulo.

Putri Bolilologo dinikahi Abraham Dowel yang berkebangsaan Belanda, tapi sudah memeluk agama Islam.

Ketika Gobol ke Ternate untuk dinobatkan menjadi raja kerajaan Bolango, pemerintahan dijalankan Dowel.

Ia diangkat menjadi wakil raja sekaligus Jojugu dan diberi gelar Abram Duwawulu yang artinya Abram yang memegang pimpinan kedua.

Ketika Raja Gobol kembali ke Tapa, Dowel menjemput raja dengan tarian kebesaran buatannya yang diberi nama tarian Dangisa yang dikenal sampai sekarang.

Dowel meninggal duluan hingga marga Duwawulu tidak berkembang.

Ketika kerajaan berpindah ke Imana (Kecamatan Atinggola sekarang) ada yang pindah tapi ada juga yang tidak.

Karena sistem kerajaan yang demokratis, maka anggota keluarga bangsawan yang Mokosisi, anak Dowel bisa menjadi raja ke-X.

Apalagi ia kawin dengan Putri Ene (anak Raja Gobol).

Perpindahan ke Imana terjadi pada zaman Raja Puluhuwala (1801-1815).

Selain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, mereka ingin dekat ke Atinggola yang mempunyai persamaan bahasa (serumpun).

Tahun 1870, beberapa suku Bolango berpindah ke arah timur Gorontalo, yaitu Molibagu di bawah pimpinan Marsaoleh Yusuf Walangadi yang mendapat gelar Jogugu Pengganti.

Sebelum ke Molibagu, ada perpindahan suku ke Lombagin zaman Raja Unonongo (1840-1856).

Setelah melalui beberapa raja di Molibagu, kerajaan Bolaang Uki (yang mengantikan kerajaan Bolango mencapai zaman keemasan kedua di bawah pimpinan Raja Hasan Van Gobol dengan perpindahan kerajaan ke bagian pantai selatan yang dikenal sebagai Molibagu sekarang.

"Molibagu artinya memperbaharui sehingga berbagai tatanan adat istiadat, penyelenggaraan agama, dan pemerintahan ditata kembali bahkan di berbagai segi kehidupan misalnya pembagian daerah dari Popodu atau daerah pantai, tengah dan gunung," kata papa Yogi.

Masyarakat Suku Bolango menikmati daerah yang subur di Molibagu.

Wilayahnya memanjang dari timur (Kima, wilayah kecamatan Pinolosian sekarang) dan ke barat hingga Potigada (wilayah Bone Pante sekarang).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved