Sejarah

Ini Sejarah Singkat Kekristenan di Sulawesi Utara

Sejarah gereja adalah sejarah sebuah jawaban dari orang-orang beriman untuk menjadi pengikut Kristus

Istimewa
Ilustrasi Salib 

Setelah itu, baptisan itu terkesan hilang tanpa jejak.

Akan tetapi ternyata 25 tahun setelah itu ada baptisan massal tahun 1563 atas "raja" Manado yang diberi nama Jeronimo dan 1500 rakyatnya oleh Pater Diogo de Magelhaes .

Kesan tanpa jejak itu muncul karena terasa lebih sensasional jika pembaptisan itu dilakukan oleh misionaris.

Belakangan setelah itu, cara membaptis dengan jumlah banyak dirasakan sebagai cara kerja yang kurang bertanggungjawab.

Beberapa raja seperti raja Mongondow dan Gorontalo tidak jadi dibaptis.

Misi pun tidak bisa bergerak maju karena hadangan kaum Alifuru.

Puncak penghambatan itu terjadi setelah kaum Alifuru yang sudah membunuh 40 orang Spanyol meminta perlindungan Belanda.

Pembangunan Benteng Amsterdam tahun 1666 menandai akhir pengaruh Katolik di Sulawesi Utara.

Orang Katolik di Manado dan di tempat-tempat lain dijadikan Protestan.

Tinangon kemudian mengambil kesimpulan setelah itu.

Baginya mengutip Adolf Heuken dalam A History of Christianity in Indonesia halaman 62 sampai 68, Misi Katolik meletakkan fondasi, orang Protestan membangun di atas fondasi itu.

Di abad ke-20, bangunan diselesaikan dengan dibentuknya gereja-gereja Protestan independen di samping Gereja Katolik lokal yang didirikan kembali oleh kegiatan misi yang diperbarui kembali.

--

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)

Ikuti kami di
KOMENTAR
112 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved