Sejarah

Rangkaian Peristiwa Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan adalah daerah otonom baru di wilayah Propinsi Sulawesi Utara

Istimewa
Iskandar Kamaru dan Dedi Abdul Hamid 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan adalah daerah otonom baru di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Adapun rangkaian peristiwa pembentukkannya adalah sebagai berikut:

Tanggal 20 September 2003, dikeluarkanlah Keputusan Bupati Bolaang Mongondow Nomor 343 tahun 2003 tentang Pembentukan Susunan Panitia Pemekaran Daerah Bolaang Mongondow.

Tanggal 24 Juli 2004 bertempat di Balai Pertemuan Umum Pobobaida Molibagu, dideklarasikan Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (P3KBMS), yang disponsori oleh Hi. Syamsudin Kudji Moha, AW Mohune, Ishak Lamusu, Herson Mayulu, S.IP, Drs. Djainudin Damopolii, dan dihadiri oleh seluruh tokoh dari berbagai komponen masyarakat di tiga kecamatan.

Tanggal 4 Agustus 2004 DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow menerbitkan Keputusan Nomor 19 tahun 2004, tentang Penetapan Desa Molibagu menjadi Ibu Kota Kabupaten Mongondow Selatan, dan Desa Inobonto II menjadi Ibu Kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, serta Keputusan Nomor 20 tahun 2004, tentang Keputusan Nomor 20 tahun 2004 tentang dukungan dana bagi daerah otonom baru Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Tanggal 19 Agustus 2004, DPRD Propinsi Sulut mengeluarkan Keputusan Nomor 7 tahun 2004, tentang persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara terhadap pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Mongondow Timur.

Pada penghujung tahun 2005 hingga awal tahun 2006 untuk memenuhi persyaratan pembentukan daerah otonom baru sesuai dengan amanat UU nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, telah dilaksanakan pemekaran wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pinolosian dimekarkan menjadi tiga kecamatan dengan tambahan dua kecamatan baru yaitu Kecamatan Pinolosian Tengah dan Kecamatan Pinolosian Timur, hingga akhirnya wilayah persiapan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan telah memenuhi persyaratan jumlah wilayah sesuai ketentuan.

Pada bulan Juli 2006 bertempat di rumah jabatan Bupati Bolaang Mongondow di Bukit Ilongkow, telah ditandatangani dan diserahkan kepada ketua Komisi II DPR RI Mayjen (Purn) EE Mangindaan dokumen berupa Surat Permintaan Percepatan Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan oleh Herson Mayulu S.IP mewakili Pinolosian bersatu, SE Gobel mewakili Bolaang Uki, dan Iskandar Kamaru, S.Pt mewakili Posigadan.

Tanggal 23 Desember 2006, diselenggarakan pertemuan akbar seluruh elemen masyarakat yang menghasilkan kesepakatan bahwa untuk percepatan terwujudnya Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, presidium melakukan langkah-langkah persiapan dana yang bersifat parsipatif dari berbagai kalangan tanpa paksaan, meningkatkan stabilitas wilayah dan kerukunan antar umat beragama, serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Tanggal 10 Januari 2007, DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow mengeluarkan keputusan nomor 2 tahun 2007 tentang perubahan atas keputusan dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Bolaang Mongondow nomor 19 tahun 2004.

Dalam perubahan tersebut termuat bahwa ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan adalah Kecamatan Bolaang Uki, dan ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah kecamatan Nuangan.

Tanggal 28 Februari 2007, Gubernur menerbitkan Surat Gubernur Sulawesi nomor 100/556/Sekr tahun 2007 perihal usul pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Propinsi Sulawesi Utara.

Tanggal 10 Maret 2007, calon kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dikunjungi oleh Tim Pusat Pengembangan Potensi dan Profesi (P3PRO) dari Jakarta, dalam rangka pengkajian akademis untuk disampaikan dalam rapat pembahasan harmonisasi 26 kabupaten/kota oleh Badan Legislasi Nasional DPR RI, yang akan diselenggarakan pada bulan Juli 2007.

Tanggal 11 September 2007, pengesahan RUU inisiatif tentang pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan di Propinsi Sulawesi Utara oleh Komisi II DPR RI.

Tanggal 30 Januari 2008, Tim Ad Hoc II DPD RI melaksanakan kunjungan akhir kesiapan calon Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Tanggal 24 Juni 2008 jam 11.23 wita, diketuklah palu tanda disahkannya Rancangan Undang-undang menjadi Undang-undang Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan di Provinsi Sulawesi Utara, oleh ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Agung Laksono.

Tanggal 21 Juli 2008, Presiden Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang nomor 30 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan di Provinsi Sulawesi utara dan ditambahkan Lembaran Negara RI nomor 103 tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara RI nomor 4876.

Tanggal 30 September 2008, di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Arudji Mongilong, oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.

Tanggal 13 Oktober 2008 di Bukit Ilongkow, Bupati Bolaang Mongondow, Marlina Moha Siahaan menyerahkan secara adat wilayah kepada rakyat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, yang diwakili oleh Komunitas Masyarakat Adat Bolango

Tanggal 19 Agustus 2010, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan melaksanakan pemilihan Kepala Daerah Pertama yang diikuti lima pasangan bupati dan wakil bupati.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved