Tradisi

Begini Cara Pewarisan Tangshen Untuk Cap Go Meh di Manado

Tidak semua orang bisa menjadi seorang Tangshen. Di Manado, Tangshen melewati beberapa "jalur

Istimewa
Tangshen 

TRIBUNNEWSWIKIMANADO.COM - Sosok Tangshen untuk Cap Go Meh adalah sosok dari orang pilihan.

Tidak semua orang bisa menjadi seorang Tangshen.

Di Manado, Tangshen melewati beberapa "jalur".

"Khusus di Klenteng Ban Hing Kiong, Tangshen sejak ratusan tahun lalu wajib turun temurun dalam sumpah dan ikrarnya.

Itu berlaku hingga tujuh keturunan," kata
Sofyan Jimmy Yosadi, SH (Yang Chuan Xian), anggota Dewan Rohaniwan MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia).

Ia merupakan satu di antara pimpinan tertinggi majelis di seluruh Indonesia..

Dimulai dari Oei Hu Pie, keturunan Tangshen di Klenteng Ban Hin Kiong kini sudah turunan kelima.

Pergantian sosok Tangshen di Klenteng Ban Hing Kiong sangat unik.

Setelah Tangshen terdahulu meninggal dunia baru digantikan anaknya atau keturunannya.

Tangshen di Klenteng lain seperti Klenteng Kwan Kong melalui proses dipilih baik melalui ritual Po Poe.

Mereka bertanya kepada Shen Ming (Sien Beng) atau meminta petunjuk langsung dari Shen Ming (Sien Beng) melalui Tangshen senior yang sedang menjalankan tugas.

Oei Hu Pie inilah yang disalahkaprahkan orang Manado nama panggilannya.

Encek Pia nama panggilannya disamaratakan sebagai sebutan untuk semua Tangshen jaman ini.

Padahal Encek Pia adalah sosok seorang Tangshen pertama di Manado ratusan tahun lalu.

Panggilan Encek berarti paman atau om.

Orang Hokkian memanggil nama kecil seseorang mamakai awalan atau akhiran A seperti A Lung, A Kae dan lain-lain Oei Hu Pie dipanggil A Pie atau Pie A.

Bagi orang yang lebih muda jaman dulu memanggilnya Encek (paman, Om) Pie A.

Lama kelamaan menjadi Encek Pia.

--

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved