Tradisi

Encek Pia, Istilah Salah Kaprah Orang Manado Untuk Tangshen Cap Go Meh

Padahal Encek Pia adalah sosok seorang Tangshen pertama di Manado ratusan tahun lalu, yang bernama Oei Hu Pie.

Tribun Manado/Christian Wayongkere
Cap Go Meh (5) 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - "Mari torang bauni Encek Pia (Mari kita nonton Encek Pia)," kata seorang warga Manado.

Ia dan kebanyakan banyak warga Manado menyebut Encek Pia untuk Tangshen dalam perayaan Cap Go Meh.

Bagi kebanyakan warga Manado Encek Pia ialah mereka yang beratraksi "melukai diri".

(Mengenai melukai diri juga ada penjelasan sendiri).

Istilah itu ternyata salah kaprah.

Sofyan Jimmy Yosadi, SH (Yang Chuan Xian), anggota Dewan Rohaniwan MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) pimpinan tertinggi majelis di seluruh Indonesia mengatakan keunikan lain Cap Go Meh di Manado ialah kehadiran sosok Tangshen (Tang Sin dalam dialek Hokkian).

Tang artinya mewakili, Shen merujuk pada Shen Ming (Sien Beng, roh suci).

Masyarakat Manado sejak dulu memakai istilah salah kaprah dengan menyebutnya Encek Pia.

Padahal Encek Pia adalah sosok seorang Tangshen pertama di Manado ratusan tahun lalu, yang bernama Oei Hu Pie.

Panggilan Encek berarti paman atau om.

Sedangkan biasanya orang Hokkian memanggil nama kecil seseorang memakai awalan atau akhiran A seperti A Lung, A Kae dan lain-lain.

Oei Hu Pie dipanggil A Pie atau Pie A.

Bagi orang yang lebih muda jaman dulu memanggilnya Encek (paman, Om) Pie A.

Lama kelamaan menjadi Encek Pia.

--

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved