Tradisi

Ini Keunikan Ritual Cap Go Meh di Manado Dibanding Daerah Lain di Indonesia

bertanya melalui Po Poe kepada Shen Ming (Sien Beng) apakah saat Capgomeh bisa keluar di jalan raya berkeliling atau tidak dilakukan di Klenteng

zoom-inlihat foto Ini Keunikan Ritual Cap Go Meh di Manado Dibanding Daerah Lain di Indonesia
Tribun Manado/Andreas Ruaw
Keunikan ritual Cap Go Meh di Kota Manado

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Ritual Capgomeh di Manado sangat unik dan lain dibandingkan dengan daerah lain seperti Singkawang, Jawa, Sumatera dan lain-lain.

Itu dikatakan Sofyan Jimmy Yosadi, SH (Yang Chuan Xian), anggota Dewan Rohaniwan MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) pimpinan tertinggi majelis di seluruh Indonesia.

Di Manado prosesi bertanya melalui Po Poe kepada Shen Ming (Sien Beng) apakah saat Capgomeh bisa keluar di jalan raya berkeliling atau tidak dilakukan di Klenteng Ban Hin Kiong.

Prosesi yang dilaksanakan di Klenteng pertama dan tertua ini sudah berjalan ratusan tahun hingga kemudian munculnya Klenteng-Klenteng lain yang mengikutinya.

Ritual Po Poe yang sangat khas ini berbeda dengan daerah lain.

Tiongkok sendiri tidak melaksanakan Po Poe untuk melaksanakan ritual Capgomeh.

Banyak hal katanya dihubung-hubungkan dengan keluar atau tidak keluarnya ritual Capgomeh di Manado.

Jika tidak keluar maka dianggap akan ada bencana, hama, penyakit, peperangan, gangguan keamanan.

Kalau keluar maka akan banyak berkat, hasil bumi berlimpah dan sebagainya.

Dulu asumsi ini lanjutnya sering dikaitkan dengan beberapa peristiwa seperti saat tidak direstui terjadi pendudukan Jepang di Manado, peristiwa Permesta dan lain-lain.

Yosadi yang sejak remaja aktif di Klenteng mulai meneliti kebenaran terhadap asumsi ini kemudian menemukan tidak ada korelasi antara keluar atau tidak keluar "pasiar Tapikong" Capgomeh dengan berbagai peristiwa yang kebetulan saja terjadi.

Di tahun 1990-an beberapa kali tidak keluar demikian pula tahun 2000-an.

Sejak tahun 2010 dinamika perubahan terhadap ritual Capgomeh di Manado mengalami perkembangan yang menarik.

Saat ini sudah belasan Klenteng berdiri di kota Manado.

Sejak adanya petunjuk Kongco Kwan Kong bahwa setiap tahun harus keluar untuk Jut Bio, pasiar Tapikong maka Klenteng Kwan Kong akan memimpin ritual upacara Capgomeh.

Apabila ritual di Klenteng Ban Hing Kiong tidak keluar seperti juga tahun 2017, Klenteng Ban Hing Kiong dan sejumlah Klenteng lain tidak ikut dalam prosesi ritual Capgomeh di Manado.

Hal ini menurut Yosadi mestinya ditanggapi dengan biasa saja.

"Memang demikianlah setiap agama mengalami perubahan dan dinamika yang tentunya multi tafsir," katanya.

--

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved