Arti Kota

Mengenal Arti Kota Tahuna

Tau mahuna yang kemudian berubah menjadi Tahuna. Itu berarti orang yang melakukan pekerjaan dengan apik (rapi, bersih dan bagus)

Istimewa
Tahuna 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Tahuna pada abad XVI merupakan daratan yang tergenang air laut.

Genangan air terbentuk mulai dari tonggeng (tanjung) Tahuna sampai Tapuang.

Nama Tahuna merupakan gabungan dari kata tau dan mahuna (bahasa Sangige).

Tau artinya orang.

Sedangkan mahuna berasal dari kata dasar huna, yang artinya apik (rapi, bersih dan bagus) dalam bekerja.

 "Tau mahuna yang kemudian berubah menjadi Tahuna. Itu berarti orang yang melakukan pekerjaan dengan apik (rapi, bersih dan bagus)," ujar Soleman Montori, akademisi yang juga mantan kepala bagian humas dan protokoler Kota Manado.

Misalnya, rapi, bersih dan bagus dalam membuat perabotan, membangun rumah, dan atau melakukan jenis pekerjaan lainnya.

Dalam perkembangannya, kata tau mahuna mengalami perubahan bentuk dan lafal menjadi Tahuna.

Secara etimologi, arti Tahuna adalah orang yang melakukan pekerjaan dengan apik (rapi, bersih dan bagus).

Tahuna memiliki nama julukan Maļahasa.

Maļahasa merupakan gabungan dari kata maļa dan hasa (bahasa Sangihe).

Maļa artinya daratan yang digenangi air dan atau air laut.

Sedangkan hasa atau mahasa artinya kering.

Misalnya genangan air yang kering, atau buah kelapa dan bambu yang sudah tua/kering.

Ada dua pengertian tentang kata hasa/mahasa yang digunakan sebagai nama julukan kota Tahuna.

Kedua pengertian ini diambil berdasarkan keadaan lingkungan alam di sekitar kota Tahuna pada saat itu.

Pertama, dikisahkan bahwa pada jaman dahulu dari desa Bakalaeng-Manganitu sampai Kolongan-Tahuna terdapat banyak bambu kalaeng yang sudah mahasa (tua/kering).

Kedua, dikisahkan bahwa kota Tahuna sebelum didiami adalah maļa (tergenang air laut), lalu menjadi kering (hasa/mahasa) oleh segenggam pasir yang dihamburkan oleh raja Ansaawuwo yang memiliki nama julukan Tatehewoba (pengering laut).

Secara etimologi, arti Maļahasa yang kemudian menjadi Malahasa (ļ berubah l karena di dalam bahasa Indonesia tidak ada huruf ļ), adalah tempat yang digenangi air menjadi kering.

--

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved