Situs Budaya

Watu Pinabetengan dan Sejarah Penemuan Kembali Oleh JAT Schwarz

Johannes merupakan seorang ilmuwan yang pertama kali melakukan riset dan menemukan keberadaan Watu Pinabetengan

Istimewa
Watu Pinabetengan 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Johannes Albert Traugott Schwarz adalah anak dari Pendeta Johann Gottlieb Schwarz.

Johannes merupakan seorang ilmuwan yang pertama kali melakukan riset dan menemukan keberadaan Watu Pinabetengan.

Tanpa usahanya menggali dan menemukan inskripsi (prasasti) Watu Pinabetengan tak ada bukti sejarah yang dapat dibanggakan masyarakat Minahasa,

Watu itu bisa disejajarkan dengan prasasti Mulawarman/Kutai di Kalimantan Timur dan prasasti lainnya di nusantara.

 "Keberhasilan Johannes Albert Traugott Schwarz menemukan Watu Pinabetengan menjadi bukti kebenaran legenda yang diceritakan leluhur dan para Walian secara turun-temurun," ujar Soleman Montori akademisi dan mantan kepala bagian humas dan protokoler Kota Manado.

Johannes Albert Traugott Schwarz dibantu para Walian memprakarsai pencarian dan penggalian setelah mendapat ijin dari mayor Albert Waworuntu (hukum besar Sonder) dan mayor Warokka (hukum besar Kawangkoan).

Keberadaan Watu Pinabetengan selama ratusan tahun tertimbun abu letusan gunung Soputan.

Abu gunung Soputan yang meletus tahun 1785-1786, 1819, 1832-1833, 1838, dan 1845 menimbunnya sedalam 3 sampai 4 meter dari posisi semula.

Penggalian dilakukan oleh Johannes Albert Traugott dan timnya sepanjang 150 meter.Batu-batu yang ditemukan langsung diteliti.

Para penggali pada hari ke-9 tanggal 19 Juli 1888 yang berada di sebelah utara berteriak, "Kinamang ni Empung rengarengan! Wia mo si Watu ne-Opo Mahasa panero-nero! Eee he hoo!"

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved