Arti Nama Kota

Mengenal Arti Amurang, Punya Lima Versi Berbeda

Term Amurang berasal dari kata uwuran lebih banyak diyakini kebenarannya dibanding empat versi lainnya

Istimewa/Alpen Martinus
Benteng Portugis 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Soleman Montori, akademisi dan mantan kepala bagian humas dan protokol Kota Manado mengatakan asal usul nama dan arti kota Amurang memiliki lima versi yang berbeda.

Pertama, ada yang mengatakan bahwa nama Amurang berasal dari kata Amoer.

Amoer, adalah nama sungai di Portugis.

Versi ini menyebut bahwa Amurang adalah nama yang diberikan oleh bangsa Portugis, yang diambil dari kata dasar Amoer.

Versi ini diperkuat dengan keberadaan benteng Portugis di pantai Amurang yang didirikan pada abad XVII.

Kedua, ada yang percaya bahwa Amurang merupakan perubahan bentuk dan lafal dari kata Amore (bahasa Spanyol), yang artinya cinta.

Ketiga, ada yang meyakini bahwa terminologi Amoer yang kemudian berubah menjadi Amurang bukan nama sungai di Portugis, melainkan nama sungai di daratan Tiongkok.

"Benarkah asal usul nama Amurang berasal dari kosa kata bahasa asing? Untuk menjawabnya perlu riset lapangan secara mendalam," ujarnya.

Keempat, ada yang berpendapat bahwa toponimi suatu tempat selalu bersumber dari warga setempat, bukan pada lokasi yang jauh dari sistem kognisi warga masyarakat setempat.

Terminologi Amoer diduga nama sungai di Portugis dan Tiongkok, dan Amore yang artinya cinta dalam bahasa Spanyol tidak bersumber dari kognisi masyarakat setempat.

Menurut versi keempat ini, sejumlah literatur menyebut bahwa asal usul nama Amurang bukan berasal dari kosa kata bahasa asing, tetapi berasal dari berasal dari bahasa Minahasa, yaitu pohon surian (Toona sureni Merr), yang dalam bahasa Minahasa disebut Amurang.

Namun versi ini masih menimbulkan silang pendapat.

Kelima, ada yang mengatakan bahwa Amurang merupakan perubahan bentuk dan lafal dari kata uwuran.

Uwuran berasal dari kata dasar uwur (bahasa Minahasa), yang artinya umbut.

Terminologi uwur diberi akhiran -an, sehingga menjadi uwuran.

Uwur artinya umbut, yakni ujung batang pohon berpelepah yang masih muda dan lunak, sehingga bisa langsung dimakan tanpa diolah terlebih dahulu.

Misalnya, ujung muda pohon seho, kelapa dan rumbia.

Dikisahkan bahwa pada saat para tonaas Tontemboan kehabisan bahan makanan melawan pasukan Bolaang Mongondow, mereka makan uwur (umbut) pohon seho dan kelapa.

Terminologi Amurang berasal dari kata uwuran lebih banyak diyakini kebenarannya dibanding empat versi lainnya.

--

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved