Situs Budaya

Watu Marengke'

Itu menunjuk pada kaki yang digerakkan naik-turun lalu diikuti oleh tubuh yang membentuk satu gerakan

David Manewus
Watu Marengke 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Ada sebuah tempat wisata budaya baru di Warembungan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Di tempat tersebut orang bisa melihat keindahan Kota Manado dan sekitarnya dari atas.

Nama tempat wisata itu adalah Padies Kimuwu Hills

Lokasinya berada paling atas adalah Situs Watus Marengke.

Situs Watu Marengke ini berada di puncak bukit yang oleh masyarakat adat Tombulu - Minahasa disebut Kimuwu.

"Kata Kimuwu (dari kata kuwu) yang berarti puncak bukit atau gunung," demikian tulis mereka yang menamakan diri Pertahanan Adat Wanua Warembungan, pada keterangan situs.

Kimuwu adalah juga tempat pada puncak yang memungkinkan orang untuk melihat banyak tempat lain.

Sebagai nama tempat bagi orang-orang Minahasa, 'Kimuwu' adalah suatu puncak bukit yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Di zaman leluhur Minahasa tempat ini adalah pusat pelaksanaan foso.

Di situ ditandai dengan adanya situs watu Marengke dan Watu Siow Kurur.

Di tempat ini pula para leluhur melakukan ritual mulai melihat bulan untuk menentukan musim bertani.

Istilah "Marengke" diambil dari gerakan tari merayakan kemenangan perang.

Itu menunjuk pada kaki yang digerakkan naik-turun lalu diikuti oleh tubuh yang membentuk satu gerakan.

Tarian ini di dalamnya adalah juga  penghormatan kepada Empung Totokai.

Totokai merupakan penghulu perang dan penentu untuk suatu keputusan berperang atau hukum.

Di zaman Tasikela atau era Spanyol/Portugis sebelum dan sesudah berperang,  para leluhur Minahasa berkumpul di sini dan melakukan ritual atau sumempung (sembahyang) kepada Empung Wailan Wangko.

Di zaman berperang dengan Kaum Bantik, Kimuwu juga adalah pusat ritual.

Sebelumnya, oleh karena terdesak mundur dari arah Saronsong, lalu Kakaskasen dan Lotta, orang-orang Bantik menjadikan tempat ini sebagai pemukiman.

Beberapa kebiasan keagamaan juga mereka lakukan di sini.

Tapi, karena suatu hal, terjadilah perang antara kaum Bantik dengan kaum Minahasa.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved