Etnis

Kelompok Etnis Tombulu

Mitologi turunan Toar-Lumimut menyajikan pembagian wilayah Minahasa oleh penduduk asli yang disebut sebagai 'orang gunung'

zoom-inlihat foto Kelompok Etnis Tombulu
tribun manado/David Manewus
Adat Perkawinan Tombulu

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Mitologi turunan Toar-Lumimut menyajikan pembagian wilayah Minahasa oleh penduduk asli yang disebut sebagai 'orang gunung' (Tou um wuluh) atas dua bagian, 

Dua bagian tersebut yaitu kelompok Utara, yang kemudian disebut sebagai kelompok etnis Tombulu.

Sementara kelompok Selatan, yang kemudian mendapat sebutan kelompok etnis Tontemboan (juga Tompakewa, Tontewo'on dan Tonkimbut). (Renwarin: hal 159-163)

Kelompok Utara mengambil daerah di antara gunung Lokon dan Mahawu sebagai pusatnya.

Sedangkan batas wilayahnya menjangkau daerah Tateli, Kema, dan Likupang (dulu disebut sebagai Punten ni Lembe).

Kelompok Selatan mendiambi daerah seputar gunung Soputan, 

Sedangkan batas wilayahnya dari wilayahnya dari gunung Kalabat sampai ke daerah yang berbatasan dengan suku Mongondow.

Dalam perkembangan lebih lanjut muncul suatu kelompok etnis yang baru, yaitu Tonsea (yang juga disebut Tontewoh, Tonianaran).

Pembagian wilayah serta pengakuan terhadap eksistensi ketiga kelompok etnis ini ditegaskan pada pakta perdamaian yang berlangsung di Batu Pinabetengan.

Batu Pinabetengan terdapat di daerah perkebunan desa Pinabetengan sekarang ini.

Baru pada abad ke-19 para zendeling Belanda memasukkan suatu kelompok etnis yang baru ke dalam mitologi pembagian wilayah di Batu Pinabetengan.

Kelompok etnis ini disebut dengan nama Tondano (juga Toulour dan Tounsingal).

Berdasarkan pembagian wilayah di Batu Pinabetengan, kelompok etnis (yang disebut pakasa'an, artinya kelompok yang bersatu) Tombulu mendapat tempat pusatnya di Desa Kinilow tua, diapit oleh gunung Lokon dan Mahawu.

Dalam perkembangan lebih lanjut pakasa'an Tombulu ini terbagi dalam empat subgroup atau tou, yang mengitari pusatnya yaitu gunung Lokon.

Empat subgroup ini yaitu, Tombariri di sebelah Barat laut, Toukakaskasen di sebelah Timur laut, Tousarongsong di sebelah Barat Daya dan Toumuung di sebelah Tenggara.

Dalam suatu Musyawarah Pakasa Ne Tombulu di Bukit Inspirasi, Tomohon, 31 Juli 2004, panitia menyebutkan bahwa desa-desa yang berasal dari Wilayah Adat Tombulu yaitu:

1. Toumu'ung: mencakup desa Talete, Kamasi, Kolongan, Paslaten, Matani, Rurukan, Kumelembuai, dan Tataaran.

2. Sarongsong: mencakup desa Sarongsong, Lansot, Tumatantang, Pinaras, Lahendong, Pangolombian, Kasuratan, Sawangan dan Rambunan

3. Toumbariri: mencakup desa Woloan, Taratara, Ranotongkor, Lolah, Lemoh, Tanawangko, Senduk, Mokupa, Po'po, Kumu dan Teling

4. Kakaskasen: mencakup desa Kakaskasen, Wailan, Kayawu, Kinilow, Pineleng, Tateli, Koha, Agotei, Kali, dan Warembungan

Ikuti kami di
KOMENTAR
215 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved