Nama Kelurahan

Arti Nama Kakaskasen

Yang jelas secara etimologis kakaskasen berarti tempat di mana ada bekas cakaran/galian.

tribun manado/David Manewus
Gunung Lokon di Kakaskasen 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Secara singkat JGF Riedel (dalam Wenzel 1872: 466) merekam kisah asal-usul nama 'kekaskasen-kekaskassang-kaskasen'.

JGF Riedel menuturkan, "menurut cerita yang tersimpan ada seseorang yang kehilangan kapaknya, dan dia sudah menggali begitu lama sampai dia menemukan suatu sumber air; ini masih terdapat di walak kakaskasen".

Sedangkan N. Graafland (1869/1986 terj. Yosst Kulit:125) menulis bahwa 'nama ini diambil dari arti cakaran ayam, yang telah mereka lepaskan di tempat itu untuk melihat di mana ayam itu akan memberikan tanda, yang berarti di mana negeri itu akan didirikan.

Namun demikian, Pendeta Wilken memberikan suatu tafsiran yang berbeda.

'Seorang walian tua dari negeri wanua wangko menyuruh budaknya ke gunung Lokon untuk menebang pohon kayu untuk rumahnya.

Sementara mereka melakukannya, maka terlepaslah kapak dari tangkainya lalu menghilang ke arah tenggara gunung Lokon itu.

Sedangkan orang mencarinya dan mencakar-cakar dedaunan kering di tempat kapak itu terjatuh, menyembulah air di tempat itu, yang kemudian menjadi sangat besar.

Orang menyebut sungai itu kakaskasen-yang dicakar-cakar.

Kemudian didirikanlah sebuah negeri di tepi sungai yang diberi nama yang sama.

Terdapat cerita rakyat di Kakaskasen yang menyebutkan bahwa nama itu adalah tempat di mana terlempar kapak yang dipakai opo untuk menebang pohon emas yang berada di gunung Lokon (dahan dan ranting-ranting pohon emas ini saat tumbang sampai mencapai ke bagian selatan, yaitu Bolaang-Mongondow, di mana ada tambang emas).

Selanjutnya alat yang dipakai itu terlempar di rerumputan dan mengharuskan opo mencarinya dengan cara membuka dan mencakar tempat itu.

Secara etimologis kakaskasen berarti tempat di mana ada bekas cakaran/galian.

Banyak versi juga menyebut adanya kapak, 'tamako', yang menunjukkan peristiwa ini sudah pada zaman besi, karena sudah dikenal dan dipakai kapak.

Sementara akademisi N. Graafland lebih memilih arti kinaskas, yaitu 'bekas dicakar ayam', seperti banyak tafsiran lainnya yang disejajarkan dengan nama desa Kakas.

Ia juga menyebut bahwa di daerah tersebut terdapat sumber air minum, sehingga tempat ini dijadikan tempat tinggal penduduk.

Unsur adanya air minum selalu diperhitungkan pada saat mendirikan sebuah kampung/desa.

Lebih jauh lagi, terdapat arti lainnya yaitu pohon untuk membangun rumah dan pohon 'emas';

Sedangkan arti yang terakhir ini merujuk pada adanya tambang emas.

Sumber: Dr. Paul Richard Renwarin, Langgam Budaya, Percikan Hati, 2019

(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)

Ikuti kami di
KOMENTAR
219 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved