Budaya

Mapalus Pertanian

Bentuk kerja sama dalam bidang pertanian ini rupanya merupakan bentuk mapalus (kerja sama khas Minahasa) yang tradisional

Istimewa
Ilustrasi Mapalus 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Bentuk kerja sama dalam bidang pertanian di Sulawesi Utara disebut mapalus (kerja sama khas Minahasa) yang merupakan budaya tradisional. (Renwarin, 2019: hal. 179-181)

Orang-orang yang terlibat dapat didasarkan pada hubungan kerabat, lokalitas residensi ataupun kedekatan lahan pertanian.

Jumlahnya bervariasi dari 10 sampai 100 orang lebih.

Pimpinannya dipilih bersama sebagai primus inter pares yang mendapatkan imbalan dalam bentuk makanan.

Kegiatan kerja mengikuti siklus pertanian pada saat petani membutuhkan tenaga lebih banyak untuk mengolah lahannya, seperti mencangkul untuk membersihkan lahan, menanam, menuai panen, dan sebagainya.

Jam kerja bervariasi sesuai dengan persetujuan bersama; ada yang hanya beberapa jam (mapalus mapo'ow iendo, mahjaman, marzanoan) dan ada yang sehari suntuk (mahwengian).

Sementara tahun 1988 terdapat mapalus yang bekerja hanya pada akhir minggu (mahrawis), seperti di Woloan.

Imbalan Kerja

Imbalan kerja dalam mapalus dapat bervariasi.

Setiap anggota mendapatkan giliran pengolahan lahannya oleh semua anggota kelompok; Ada yang mendapat makan oleh pemilik lahan (=mawean kuman), ada yang bawa makanan sendiri (=mesaputan); Ada kelompok yang mendapat imbalan uang untuk prestasi kerjanya dan uang ini sebagai disisihkan untuk uang kas kelompok, sedangkan sebagian besar dibagikan antara anggota kelompok.

Sanksi bagi yang malas: dahulu terdapat hukuman fisik, yaitu dicambuk (bdk. Adatrechtbundel 1929), atau mendapat ejekan dari anggota kelompok bahkan sampai pada penolakan keanggotaannya.

Variasi ini terbentuk lewat persetujuan bersama.

Yang menarik yakni bahwa pertukaran prestasi kerja di bidang pertanian ini berlangsung pada saat-saat penting dalam siklus pertanian untuk menjamin keberhasilan panen.

Pertukaran prestasi kerja pertanian ini adalah untuk menjamin nilai security dan untuk menjamin subsistence atau kelangsungsan hidup petani.

Lazimnya keanggotannya berasal dari para petani kelompok subsisten, sedangkan kelompok elit desa tidak turut serta.

Di antara mereka terdapat ideologi kesamaan, walaupun pemimpinnya mendapat imbalan sedikit lebih.

Jenis mapalus pertanian ini sudah hampir menghilang di Minahasa.

Menurut Renwarin, di tahun 1960-an masih terdapat beberapa kelompok mapalus tani.

Mapalus tani tahun 60an memiliki ciri khas dengan iringan musik tambur dan/atau pontuang (siput).

Sementara pada tahun 1970-an, kelompok besar ini hampir tidak terdengar lagi.

Ikuti kami di
KOMENTAR
221 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved