Covid19

Caritas Indonesia Salurkan Bantuan ke-21 Keuskupan di Indonesia, Respon COVID-19

Caritas Indonesia sudah menyalurkan bantuan kepada 21 Caritas-PSE Keuskupan di Indonesia

Istimewa
Kegiatan Caritas Indonesia di Larantuka 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Sampai dengan tanggal 14 April 2020, Caritas Indonesia (lembaga bantuan kemanusiaan Gereja Katolik) sudah menyalurkan bantuan kepada 21 Caritas-PSE Keuskupan di Indonesia.

Dikutip dari dalam laman karina.or.id, Rabu (15/4/2020), pada hari Rabu, 8 April 2020, pagi, Sekretaris Eksekutif KWI sekaligus Sekretaris Komisi PSE KWI, Rm. Ewaldus, Pr dan Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Rm. Fredy Rante Taruk, Pr mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Ignatius Kardinal Suharyo.

Mereka berbincang tentang respon CoVID-19 yang dilakukan oleh Gereja-gereja Katolik di Indonesia.

Romo Fredy menyampaikan bahwa Gereja Katolik sudah bergerak dalam situasi ini.

Bahkan seluruh kegiatan pengadaan barang bantuan yang disalurkan melalui Caritas Indonesia dan PSE KWI dialokasikan untuk keuskupan-keuskupan supaya mereka dapat menjawab kebutuhan kelompok KLMTD.

Ini juga untuk meminimalisir adanya kesimpang-siuran permohonan bantuan.

Jalur koordinasi antar organisasi dibuat sejelas mungkin untuk menghindari adanya penumpukan barang atau daerah/rumah sakit yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali.

Semua kegiatan yang dilakukan oleh Caritas Indonesia dan jaringannya ini selalu dilaporkan melalui media center ke publik dan forum-forum di tingkat nasional dan internasional, seperti Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan konfederasi Caritas Internationalis melalui platform komunikasi Baobab.

Ia berharap pertukaran informasi ini diharapkan dapat memudahkan banyak pihak untuk memberikan bantuan dan menjalin kerjasama untuk mengisi gap bantuan kepada orang-orang yang dilayani.

Semua itu dilakukan oleh Caritas Indonesia dan Jaringan Nasional Caritas-PSE Keuskupan dengan tetap memperhatikan anjuran dari Pemerintah tentang social distancing, penggunaan masker setiap saat dan kebiasaan mencuci tangan.

Pada pertemuan itu, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo memberi pesan bahwa prinsip utama dalam kerja kemanusiaan adalah kerjasama.

Caritas Indonesia sudah mulai bekerjasama dengan baik dan ditunjang dengan struktur yang jelas.

Dengan itu diharapkan bisa meminimalisir penyalahgunaan bantuan kemanusiaan.

Ia mengharapkan Caritas Indonesia untuk selalu memperhatikan agar dana yang terbatas yang dimiliki dapat disalurkan khususnya kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Untuk dapat menjalankan amanah tersebut, ia mengatakan dibutuhkan ‘ketangguhan spiritual’ bagi seluruh penggerak Caritas agar kuat dan tahan dalam situasi sulit ini.

Ketangguhan spiritual yang dimaksudkan adalah tetap berusaha memberikan apa yang bisa dibuat untuk membantu sesama, meski bantuan itu sendiri belumlah besar.

“Bantuan yang kecil sangat berarti dan tidak boleh melunturkan semangat kita dalam melayani, meskipun bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Caritas harus tetap melibatkan diri sebisanya/semampunya,” katanya

Ia juga mendorong adanya penggalangan solidaritas di keuskupan.

Bantuan paket sembako yang bisa diusahakan oleh keuskupan dan paroki itu sendiri harus didorong tanpa harus menunggu bantuan dari Caritas atau PSE.

Solidaritas harus digerakkan bahkan antar keuskupan.

Untuk keuskupan-keuskupan Regio Jawa khususnya dirasa masih mampu untuk mengusahakan bantuan-bantuan seperti itu, sehingga prioritas bantuan diberikan ke luar Jawa.

Ikuti kami di
KOMENTAR
283 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved