Covid19

Deretan Kelompok yang Bernyanyi Lagu Secara Virtual saat Phsysical Distancing di Sulut

Berikut adalah deretan kelompok yang bernyanyi saat pembatasan sosial di Sulawesi Utara

Istimewa
Capture Video 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Beberapa orang di Sulawesi Utara (Sulut) punya cara tersendiri untuk mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

Satu di antaranya dengan menyanyikan lagu secara virtual.

Cara ini memberi dukungan secara moril misalnya bagi tenaga medis.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Para imam Keuskupan Manado

Para imam Keuskupan Manado mendukung pencegahan penyebaran, penyembuhan pasien Covid-19 dan mendukung para dokter, tenaga medis dan relawan yg bertaruh nyawa dengan berbagai cara.

Dari bidang liturgi, ada misa on line.

Dari bidang katakese, sejumlah paduan doa dan devosi dibuat dalam rangka Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga, ibadah dalam keluarga di rumah).

Dalam bidang sosial ekonomi, sudah ada paroki yang membantu pekerja informal dan warga Kecil, Lemah, Miskin, Terpinggirkan dan Disable.

Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC juga mengeluarkan kebijakan agar dana Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang ditinggalkan di paroki untuk dikelola oleh pastor dapat dipergunakan untuk penanggulangan Covid-19 begitulah juga dana APP yang ditinggalkan di keuskupan dapat dipergunakan untuk penanggulangan Covid-19.

Ada pula sekelompok imam yang juga mendukung para dokter, tenaga medis dan relawan yg bertaruh nyawa.

Pengagasnya ialah Pastor Troy Kalengkongan, Pastor Paroki Tataaran.

Para pastor dari tempatnya mengadakan physical distancing merekam suaranya.

Rekaman dikirim lewat grup Whatsapp lalu diolah Pastor Troy dan dimasukkan ke dalam Youtube.

Pastor Troy mengatakan sudah beberapa hari orang dikhawatirkan dengan adanya berita-berita tentang virus corona.

Demikian juga pada sebuah pagi saat ia melihat pemberitaan corona menghiasi media sosial dan TV.

Semuanya membuat takut, cemas dan gelisah.

"Toh dalam semuanya, ada satu menarik perhatianku. Para dokter, tenaga medis dan relawan yang bertaruh nyawa, 'berperang di medan tempur' garis depan," katanya.

Dalam kerelaan dan pengorbanan mereka, Pastor Troy melihat mereka kelabakan juga.

Ada yang frustrasi, ada yang menangis.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved