Covid19

Caritas Indonesia Respons Pandemi Covid-19 Melalui 37 Keuskupan

Total biaya respon sampai dengan 22 April 2020 adalah sebesar Rp 3.354.010.800, dengan bantuan dari Carita Indonesia sebesar Rp 2.279.120.500

Istimewa
Kegiatan di Larantuka 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Sampai dengan saat ini, Caritas Indonesia bersama dengan Komisi PSE – KWI sudah melakukan respon kemanusiaan melalui 37 Caritas-PSE Keuskupan di Indonesia.

Total biaya yang dikeluarkan sampai dengan 22 April 2020 adalah sebesar Rp 3.354.010.800, dengan bantuan dari Caritas Indonesia sebesar Rp 2.279.120.500 dan swadaya Keuskupan sebesar Rp Rp 1.074.890.300.

Respons Bersama ini dilakukan untuk mencukupi perlengkapan kebutuhan dan pencegahan, kebutuhan pokok, asupan gizi, perlengkapan kebersihan diri, dan untuk media promosi, informasi dan
edukasi.

Respons kemanusiaan dari Gereja Katolik Indonesia pada masa pandemi CoVID-19 ini dianimasi, dikoordinasi dan difasilitasi oleh Caritas Indonesia (Yayasan KARINA), sebagai Lembaga Pelayanan Kemanusiaan milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Bersama dengan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE-KWI), bantuan kemanusiaan diberikan kepada kelompok rentan, khususnya mereka dari kaum kecil, lemah, miskin, terpinggirkan dan difabel (KLMTD) melalui Caritas-PSE di 37 Keuskupan di Indonesia.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, seperti sembako dan paket makan siang, perlengkapan kesiapsiagaan, peralatan kebersihan diri, nutrisi dan multivitamin, serta media promosi, informasi dan edukuasi.

Selama pandemi CoVID-19 ini, Gereja Katolik di Indonesia terus berupaya menunjukkan solidaritasnya antara lain melalui Gerakan Caritas Indonesia – Yayasan KARINA yang menjadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Gereja Katolik sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia juga telah menegaskan untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam memutus rantai penyebaran wabah CoVID-19 ini.

Anjuran untuk melakukan ibadah di rumah bersama keluarga masing-masing secara on line, yang diserukan oleh masing-masing keuskupan, dirasa cukup efektif dalam menerapkan anjuran social distancing.

Caritas Indonesia bersama dengan Komisi Pembangunan Sosial Ekonomi (PSE) - KWI telah melakukan beberapa kegiatan penting secara bertahap, yaitu:

a. Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Caritas-PSE di 37 keuskupan untuk memprioritaskan Respon Bantuan kepada kaum kecil, lemah, miskin, terpinggirkan dan difabel melalui kegiatan-kegiatan Caritas-PSE Keuskupan dalam menyediakan bantuan alat-alat pencegahan, kebersihan/sanitasi lingkungan, multivitamin, dan sembako untuk mendukung kesehatan mereka.

b. Melakukan respon bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga Medis dan Relawan medis di wilayah-wilayah keuskupan.

Caritas Indonesia bekerjasama dengan mitra dan donatur mengirimkan bantuan ke Rumah Sakit-Rumah Sakit non rujukan atau yang belum mendapat bantuan dan sangat membutuhkan.

c. Membuat forum pertemuan rutin untuk koordinasi dan pembelajaran bersama dengan 37 Caritas-PSE Keuskupan.

Forum ini membahas persoalan, tantangan dan sekaligus menemukan strategi serta solusi untuk perbaikan
respons Covid-19.

Caritas Indonesia membuat assessment dengan melibatkan keuskupan-keuskupan.

d. Caritas Indonesia sedang mempersiapkan strategi respon pasca pandemik Covid-19 dan memperhatikan masyarakat yang lemah dan terdampak, khususnya Kelompok KLMTD, melalui Program Ketahanan Pangan dan
Bantuan Pendidikan untuk Anak dari Keluarga Tidak Mampu, yang nanti akan dilaksanakan dengan melibatkan Komisi PSE-KWI dan komisi-komisi lain yang terkait serta jaringan Caritas Internationalis.

Saat ini, Caritas Indonesia terus mendorong Caritas-PSE Keuskupan untuk menyebarkan wabah cinta kasih dan solidaritas dengan melibatkan umat dan masyarakat umum untuk saling membantu satu sama lain, seperti misalnya dengan membuat masker kain secara mandiri, membagikan paket makan siang kepada para
pekerja informal harian dan tetangga kanan-kiri yang membutuhkan.

Hal ini kemudian direspon secara serentak oleh 37 Caritas/PSE Keuskupan di Regio Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, dan Manado-Makassar-Papua.

Selain itu, untuk menghadapi tantangan yang tengah terjadi saat ini di mana sebagian masyarakat masih mempunyai stigma atas orang yang menjadi ODP maupun PDP dan bahkan para tenaga medis yang dicap “kotor”, Gereja mengimbau kepada umatnya untuk tetap memperlakukan mereka dengan baik, dengan penuh kasih.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved