Misa On Line

Empat Pastor Rayakan HUT Imamat ke-25 Dengan Misa On Line, Ini Kisah Unik Mereka

Pastor Revi Tanod, Pastor Harry Singkoh MSC, Pastor Glen Woi dan Pastor Leksi Nangoy merayakan ulang tahun ke-25 imamat (tahbisan menjadi pastor)

Istimewa
Misa Syukur 25 Tahun Imamat 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Pastor Revi Tanod, Pastor Harry Singkoh MSC, Pastor Glen Woi dan Pastor Leksi Nangoy merayakan ulang tahun ke-25 imamat (tahbisan menjadi pastor) mereka dengan unik.

Pastor Revi, Pastor Harry dan Pastor Glen Woi mempersembahkan misa secara on line di kapel biara Karmel Kakaskasen, Rabu (22/4/2020) tanpa resepsi.

Yang menyiarkan adalah Komsos Keuskupan Manado.

Pastor Revi dalam khotbahnya mengaku mereka sangat berbahagia.

Ia membaca Kitab Suci dari Kisah Para Rasul yang berbicara mengenai pengalaman para Rasul yang mengalami susah dan derita, tapi juga sukacita bahkan pengalaman mukjizat.

Pengalaman yang sama juga kami alami dalam karya pastoral.

Ada suka duka dan pelbagai mujizat kehidupan.

Ia juga membaca Injil dalam liturgi ekaristi Rabu 22 April diambil dari Yoh 3:16 yang berbunyi "Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Inilah inti pewartaan dan hakekat imamat yakni mewartakan kasih Allah yang tak terhingga melalui Kristus Putra Allah.

Para pastor yubilaris kemudian menyampaikan refleksi imamat mereka satu persatu.

Kisah Pastor Revi

Pastor Revi menyampaikan bahwa kalau mengikuti kemauan dan rencananya, ia seharusnya ditahbiskan tahun 1991 di mana ia masuk Seminari Kakaskasen seangkatan Pastor Yosep Pontoan MSC yang sudah ditahbiskan imam tahun 1991.

Tapi tahun 1979, ia dikeluarkan dari Seminari karena nilai rapor yang merah.

Pastor Revi lalu bercita-cita menjadi insinyur tapi cita-cita itu juga tidak kesampaian.

Tahun 1985 ia kembali ke Seminari Pineleng.

Dengan motivasi hanya ingin merubah diri dan menetapkan arah hidup yang tidak jelas karena merasa gagal di Fakultas Teknik.

Seharusnya juga ia ditahbiskan tahun 1994 karena seangkatan dengan Pastor Laurens Karamoy yang ditahbiskan pada tahun itu.

Tapi, di tahun 1993 ia menarik surat permohonan tahbisan diakon karena merasa masih banyak kekurangan.

Di tengah rasa tidak mampu dan tidak percaya diri ini, Yesus lalu menyapanya, sama seperti ketika Yesus menyapa Petrus dalam Yohanes 21:15-19.

"Simon Anak Yohanes apakah engkau mencintai aku lebih dari mereka ini?"

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved