Uskup Rolly

Uskup Rolly Kembali Keluarkan Surat Gembala, Beriman di masa Pandemi

Kita perlu mengupayakan ketahanan ekonomi keluarga dan paroki, sambil memberdayakan Iahan sekecil apapun dengan tanaman

Istimewa/komsos keuskupan Manado
Uskup Rolly Pimpin Misa Kamis Putih 

TRIBUNMANADOWIKI.COM - Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Gembala Uskup Keuskupan Manado di masa Pandemi Covid-19.

Surat gembala berjudul "Beriman di Masa Pandemi" tersebut berisikan seperti di bawah ini:

Yang terkasih para Pastor, Biarawan-Biarawati, Umat Awam Keuskupan Manado

Sudah hampir 2 bulan (terhitung sejak awal Maret 2020), kehidupan kita baik sebagai anggota masyarakat pun sebagai anggota gereja, dihantui dengan penyebaran Covid-19.

Kita pantas menghargai langkah-langkah bijak dan strategis yang sudah diambil oleh Pemerintah pusat dan daerah dałam rangka penanganan wabah Covid-19 ini.

Dengan setulus hati kita juga menghargai segala upaya yang diambil oleh Dinas Kesehatan bersama dengan tenaga-tenaga kesehatan yang rela menjadi garda terdepan dałam melayani pasien baik yang sudah terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 maupun yang masih dałam status Pasien Dałam Pengawasan (PDP) dan Orang Dałam Pemantauan (ODP).

Lembaga-lembaga keagamaan, dan lembaga-lembaga kemasyarakatan serta lembaga-lembaga independen lainnya, bahkan individu-individu tertentu, juga sudah menyatukan hati, pikiran, dan gerakan dengan kebijakan pemerintah baik dałam hal penanganan pasien Covid-19 pun dałam hal penghentian penyebarannya.

Gereja Katolik Keuskupan Manado mengambil sikap satu hati dan satu gerakan dengan semua pihak lain yang peduli untuk menyelamatkan hidup manusia dari wabah Covid-19.

Sikap ini secara nyata ditunjukkan sejak keluarnya surat Uskup Keuskupan Manado, no. 109/U/SE/lll/2020, tgl. 21 Maret 2020, tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19, yang kemudian disusul dengan keluarnya Pedoman Pastorał Keuskupan Manado di masa pandemi Covid-19.

Menyambung sikap dan Pedoman Pastorał iłu, pada kesempatan ini, Saya mau menyapa para Pastor, Biarawan-Biarawati, dan Umał Awam seluruhnya lewat Surat Gembala ini.

I) Baiklah kita mengikuti semua Protokol yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, dan juga semua Pedoman Pastorał yang dikeluarkan oleh Uskup Keuskupan Manado, dan Pastores di wilayah kerja masing-masing sejauh tidak bertentangan dengan Protokol Pemerintah dan Pedoman Pastorał Keuskupan Manado.

Kita melaksanakan semua Protokol dan Pedoman Pastorał ini dengan keutamaan sosial "saling menghormati" dan dengan kerendahan hati mengakui ketidaktahuan kita siapa yang menjadi carrier Covid-19 sambil membangun kehendak baik "tidak mau tertular dan tidak mau menularkan".

2) Keutamaan sosial "saling menghormati", secara khusus perlu dinyatakan terhadap saudara-saudarl kita yang secara mendadak hadir dałam kehidupan kita baik sebagai pasien terkonfirmasi terinfeksi Covid-19, ataupun masih dałam status PDP, dan bahkan dałam status ODP.

Kita tunjukkan sikap hormat yang dibangun di dałam hati belas kasih Yesus "marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28), dan pada hati keibuan Maria yang mendampingi Puteranya di jalan salib sampai pada saat Yesus menghembuskan nafas terakhir.

Karena iłu, kabar tentang kematian saudara-saudari kita dengan status tersebut di atas, harusnya kita terima dengan penuh hormat dan kita bawa dałam doa dan iman kita.

Begitulah juga sikap hormat yang sama kita tunjukkan pada saudara-saudari kita yang pulang ke rumah sesudah dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19.

Kita tidak punya hak sedikitpun juga untuk mengeluarkan mereka dari persekutuan kita.

3) Kerendahan hati mengakui ketidaktahuan kita siapa yang menjadi carrier Covid-19, kita nyatakan dałam kebijakan untuk tidak membagikan Tubuh Kristus dari rumah ke rumah atau dengan cara apapun juga.

Para imam tetap menjaga kerendahan hati ini sambil menjaga kesatuan dałam menjalankan kebijakan Keuskupan, dan umał sekalian perlu bersabar menantikan saat yang baik dan tepat untuk menerima Tubuh Kristus.

Dałam situasi sulit seperti ini, mari kita berpegang pada pertahanan Yesus melawan godaan: "manusia hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved