Bio Farma Pastikan Harga Vaksin Corona di Kisaran Rp 200 Ribuan

aktor yang menentukan harga vaksin menurut Honesti di antaranya, investasi studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi dalam skala besar

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.Co.ID - Vaksin korona dijadwalkan datang ke Indonesia dari China pada November mendatang. Harga setiap vaksinnya diperkirakan berkisar di harga Rp 200 ribuan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Bio farma Honesti Basyir, Selasa (13/10/2020).

Honesti membantah telah menanda tangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brazil yang akan menjualnya dengan harga US$ 1,96 per dosis.

"Informasi harga vaksin COVID-19 di Brazil telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac. Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma yang memastikan bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak US$ 90 juta dengan pemerintah Brazil tidak tepat, dan mengenai harga US$ 1,96 per dosis pun tidak tepat," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (13/10/2020).

"Sebab biaya pengiriman tiap dosisnya pun sekitar US$ 2. Atas berita ini, Sinovac tengah menelusuri asal informasinya. Intinya, Bio Farma berkomitmen mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin COVID-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia," tambahnya.

Faktor yang menentukan harga vaksin menurut Honesti di antaranya, investasi studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi dalam skala besar. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin COVID-19 tidak dapat disamakan.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin COVID-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin COVID-19 di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 masih berjalan.

Data terakhir menunjukkan sampai dengan 9 Oktober 2020, 843 relawan sudah mendapat penyuntikan kedua dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring. Hingga saat ini Uji Klinis tahap 3 berjalan lancar dan belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin COVID-19.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved