Begini Awal Mula Djoko Tjandra Suap Dua Jenderal Polisi

Kepada Tommy, Djoko menyampaikan keinginannya untuk bisa kembali ke Indonesia demi mengurus upaya Peninjauan Kembali (PK)

Editor: muhammad irham
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TERDAKWA kasus kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung, Djoko Tjandra bersiap menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dugaan pemberian uang suap sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait kepengurusan fatwa di MA. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Koruptor kelas kakap Djoko Tjandra benar-benar serius lepas dari jeratan kasus yang membelitnya. Ia rela merogoh uang belasan miliar rupiah dari sakunya hanya agar status daftar pencarian orang (DPO) alias buron, terhadap dirinya, dihilangkan.

Ia ingin kembali ke Indonesia setelah buron selama beberapa tahun lamanya. Namun, agar ia bisa kembali ke Tanah Air, Djoko harus menyuap dua jenderal polisi dan satu jaksa.

Hal itu diungkapkan jaksa penuntut umum (JPU) saat membacakan dakwaan untuk Djoko Tjandra dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

Dalam dakwaan itu, Jaksa membeberkan bagaimana awalnya Djoko Tjandra menghubungi rekannya yang juga pengusaha Tommy Sumardi.

Kepada Tommy, Djoko menyampaikan keinginannya untuk bisa kembali ke Indonesia demi mengurus upaya Peninjauan Kembali (PK) atas PK Kejagung yang menyatakan dirinya bersalah dan divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 15 juta terkait kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali.

Namun, upaya itu terhalang red notice dan status DPO.

Menurut jaksa, demi membersihkan namanya dari DPO, Djoko Tjandra menyiapkan uang miliaran rupiah bagi siapa pun yang bisa membantunya.

"Agar niat Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dapat masuk ke Indonesia, maka terdakwa bersedia memberikan uang sebesar 10 miliar rupiah melalui Tommy Sumardi untuk diberikan kepada pihak-pihak yang turut mengurus kepentingan terdakwa masuk ke Indonesia terutama kepada pejabat di NCB INTERPOL Indonesia pada Divisi Hubungan Internasional Polri," kata Jaksa, Senin (2/11/2020).

Dengan anggaran yang disiapkan Djoko Tjandra itu, Tommy lantas menghubungi kenalannya di Mabes Polri, yakni Brigjen Prasetijo Utomo.

Oleh Prasetijo, Tommy kemudian dikenalkan dengan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte.

Dalam prosesnya, Tommy lantas memberikan USD 270 ribu dan SGD 200 ribu atau sekitar Rp 6,1 miliar untuk Irjen Napoleon.

Sementara untuk Prasetijo, Tommy memberikan USD 150 ribu atau sekitar Rp 2,2 miliar.

Dari hasil suap itu, Napoleon lantas menerbitkan surat yang ditujukan kepada Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM RI pada 29 April 2020, 4 Mei 2020, dan 5 Mei 2020, yang dengan surat-surat tersebut pada tanggal 13 Mei 2020 pihak Imigrasi melakukan penghapusan status DPO atas nama Djoko Tjandra dari sistem Enhanced Cekal System (ECS) pada Sistim Informasi Keimigrasian 2 (SIMKIM) Direktorat Jenderal Imigrasi.

Selain untuk Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo, Djoko Tjandra juga memberikan suap untuk jaksa Pinangki Sirna Malasari sebesar USD 500 ribu.

Uang itu diberikan dengan maksud agar Pinangki sebagai jaksa di Kejaksaan Agung (Kejagung) mengupayakan Djoko Tjandra yang saat itu menjadi buronan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tidak dieksekusi ketika pulang ke Indonesia dengan fatwa dari Mahkamah Agung (MA).

"Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara berupa uang sebesar USD 500 ribu dari sebesar USD 1 juta yang dijanjikan oleh terdakwa Joko Soegiarto Tjandra sebagai pemberian kepada Pinangki Sirna Malasari," ujar jaksa.

Adapun Tommy Sumardi selain sebagai perantara suap, disebut jaksa juga menerima uang dari Djoko Tjandra.

Total uang diterima Tommy Sumardi yaitu USD 150 ribu atau setara dengan Rp 2,1 miliar.

Dengan demikian total keseluruhan uang yang dikeluarkan Djoko Tjandra lebih dari Rp 17 miliar.

Total Uang yang Dikeluarkan Djoko Tjandra:

- Untuk Irjen Napoleon : Rp 6 miliar
- Untuk Brigjen Prasetijo : Rp 2,1 miliar
- Untuk Tommy Sumardi : Rp 2,1 miliar
- Untuk Jaksa Pinangki : Rp 7,2 miliar. (*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved