Lewati Sumber Air Bersih Warga, Proyek Tol Manado-Bitung Ditengarai Tak Kantongi AMDAL

Proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung, khususnya di daerah Aerujang, Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, Bitung, masih menuai kontroversi

Editor: muhammad irham
ist
Warga Aerujang saat menolak pembangunan tol Manado-Bitung melintasi wilayah mereka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung, khususnya di daerah Aerujang, Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, Kota Bitung, masih menuai kontroversi.

Setelah ditolak oleh warga karena melintasi daerah mata air sumber air bersih warga, proyek ini diduga tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL

Dugaan itu diperkuat dengan tetapnya proses pebangunan konstruksi jalan tol dilanjutkan kendati mengancam kelestarian mata air Aerujang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Bitung, Sadat Manabari yang dikonfirmasi mengatakan, dokumen Amdal proyek tol termasuk di mata air Aerujang ditangani DLH Provinsi.

“Mengingat lokasi pembangunan tol di dua wilayah atau daerah, makanya ditangani langsung DLH Provinsi Sulut,” kata Sadat, Selasa (01/12/2020).

Ia menjelaskan, Amdal jalan tol disusun oleh konsultan yabg ditunjuk oleh pengelola jalan tol. 

“Dasar adanya Amdal jalan tol, diterbitkannya Izin Lingkungan oleh Dinas Perizinan Provinsi,” katanya.

Dirinya kembali menegaskan, proses pembahasan dan rekomendasi atas dokumen Amdal jalan tol menjadi kewenangan DLH Provinsi.

“DLH Kota Bitung tetap dilibatkan dalam proses pembahasan Amdal di DLH Provinsi,” katanya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved