Mabes Polri Akui Sulit Kejar Kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Sigi

gunung dan hutan yang menjadi tempat pelarian kelompok teroris tersebut membuat tim gabungan sedikit kesulitan.

Editor: muhammad irham
int
Ali Kalora, Pimpinan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mabes Polri mengaku kesulitan mengidentifikasi tempat persembunyian Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sigi, Sulawesi Tengah. Pasalnya, tempat persembunyian mereka berada di tengah hutan dan di gunung-gunung yang sulit dijangkau.

Asisten Kapolri bidang Operasi Irjen Imam Sugianto menyampaikan, gunung dan hutan yang menjadi tempat pelarian kelompok teroris tersebut membuat tim gabungan sedikit kesulitan.

"Tingkat kesulitannya tinggi terutama geografi di Sulawesi Tengah. Operasi kami optimalkan dan coba kami evaluasi untuk diubah," kata Irjen Imam kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Imam menyampaikan Polri juga telah dibantu oleh pasukan yang berasal dari TNI. Nantinya, pasukan ini akan membantu pemburuan pelaku yang bertanggung jawab atas pembunuhan kejam di Dusun 5 Lewonu, Sigi.

"Kami sudah koordinasi dengan TNI dan ada penambahan personel dari TNI 100 orang.  Sedang kami proses keberangkatan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pihaknya enggan menargetkan batas waktu pemburuan pelaku. Sebaliknya, tim gabungan nantinya akan melakukan penangkapan sesegera mungkin.

"Tidak ada target waktu, kalau bisa secepat-cepatnya. Doakan semoga cepat tertangkap ya," pungkasnya.

Diperintahkan tembak mati 

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengaku sudah menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah untuk mencari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora atas pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah warga, Jumat (27/11) lalu.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menegaskan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang sudah melakukan tindakan pembunuhan terhadap masyarakat apapun dalihnya.

“Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja,” ujar Idham dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Menurut dia, selain Polri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sudah menerjunkan pasukan TNI untuk mencari dan mengepung kelompok Ali Kalora.

“Kita akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Jokowi Minta Kasus Diusut Tuntas 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka citanya kepada keluarga korban pembunuhan sadis di Sigi, Sulawesi Tengah.

Dia mengutuk keras tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan dan tidak beradab yang telah menewaskan empat orang itu.

"Saya mengutuk keras tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan dan tidak beradab yang menyebabkan empat orang saudara-saudara kita meninggal dunia," ujar Jokowi dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Adapun menurutnya, pembunuhan satu keluarga di Sigi bertujuan untuk menciptakan provokasi di tengah-tengah masyarakat. Provokasi dengan cara demikian jelas dapat merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa. 

Oleh sebab itu, Jokowi menginstruksikan kepada Kapolri Idham Azis untuk mengusut tuntas dan membongkar sampai ke akar-akar jaringan pelaku. Tak hanya itu, dia juga meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terulangnya aksi teror di wilayah Indonesia.

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya." 

"Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan," ucap Presiden.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved