Mengenal Pasukan Khusus Kostrad yang Diturunkan Kejar Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Utara

Pasukan khusus biasanya terdiri dari kelompok kecil yang sangat terlatih, yang dipersenjatai dengan senjata khusus, yang bekerja secara mandiri

Editor: muhammad irham
int
Pasukan Kostrad 

TRIBUNMANADO.CO.ID - TNI mengirimkan bala bantuan ke Sigi, Sulawesi Tengah, untuk memburu pentolan Kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora. Salah satu pasukan yang diturunkan adalah pasukan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad). 

Pasukan khusus yang diturunkan ini adalah satuan militer yang dibentuk dan dilatih untuk melakukan misi perang non-konvensional, anti-teroris, pengintaian, aksi langsung, dan pertahanan luar negeri.

Pasukan khusus biasanya terdiri dari kelompok kecil yang sangat terlatih, yang dipersenjatai dengan senjata khusus, yang bekerja secara mandiri, siluman, dengan kecepatan tinggi, dan dengan kerja sama yang dekat. Pasukan khusus juga sering diberi tugas melatih satuan militer luar negeri, jadi dibutuhkan juga keahlian budaya dan bahasa.  

Proses seleksi masuk pasukan khusus sangat sulit, dan biasanya pelatihannya melebihi dua tahun. Beberapa misi juga membutuhkan pelatihan sendiri. Karena tugas pasukan khusus biasa secara diam-diam dan berhubungan dengan informasi rahasia, para calon anggota pasukan khusus diharuskan melewati proses pengujian yang berat, yang memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.

Tiap negara biasanya memiliki pasukan khusus dengan kriteria yang bisa berbeda-beda. Di Indonesia sendiri juga ada pasukan khusus yang dinamakan Pasukan Khusus Raider Kostrad.

Nama Pasukan Khusus Raider Kostrad sendiri saat ini tengah mencuri perhatian menyusul peristiwa penembakan kepada pekerja PT Iskara Karya di Kabupaten Nduga, Papua yang terjadi pada Sabtu (1/12/2018). Pasukan Khusus Raider Kostrad ini diturunkan untuk memburu kelompok separatis Egianus Kogoya yang dianggap bertanggung atas peristiwa tersebut.

 
Miliki kemampuan anti teroris

Pasukan Khusus Raider Kostrad ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, melawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.

Secara khusus Pasukan Khusus Raider Kostrad ini sering diterjunkan di daerah konflik seperti di Papua.

Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan yakni:

1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.

2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.

3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

Pasukan Khusus Raider Kostrad ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan, seperti terjun dari helikopter.

Proses Pelatihan 

Pelatihan atau penggemblengan raider dilaksanakan selama 84 hari, mereka memiliki kemampuan tambahan, yakni kemamuan raider. Mereka punya kemampuan operasional di semua medan laga. Baik di perkotaan, hutan, gunung, sungai, rawa, laut, pantai, dan udara. 

Pasukan Para Raider digembleng latihan dalam tiga tahap. Ketiga tahap itu adalah tahap basis, tahap gunung hutan, dan tahap rawa laut. 

- Pada Tahap Basis, pasukan mendapat pelatihan menghadapi pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, dan ilmu medan. Penghancuran medan dan pembebasan tawanan diajarkan di tahapan ini. Mereka digembleng keras dalam tahapan ini.

- Pada Tahap Gunung Hutan, pasukan dilatih survival di hutan belantara dan kemampuan gerilya di gunung. Bahkan dalam tiga hari mereka tidak dibekali makanan, hanya garam dan korek api yang dibawa pasukan. Mereka diuji untuk tetap survive dalam kondisi seminim apapun.

- Tahap Rawa Laut, para raider digembleng kemampuan tempur di laut.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved