Virus Corona

Derita Satpol PP Makassar, Terpapar Corona, Logistik Dihentikan

Salah satu resiko bertugas di lapangan di masa pandemi Corona seperti saat ini adalah, terpapar virus corona. Siapa saja bisa tertular.

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi Satpol PP 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu resiko bertugas di lapangan di masa pandemi Corona seperti saat ini adalah, terpapar virus corona. Siapa saja bisa tertular oleh virus mematikan ini. 

Tak terkecuali petugas Satpol PP yang setiap hari bertugas mengawasi aturan pelarangan berkerumun di masa pandemi. 

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebanyak 71 anggota Satpol PP Kota Makassar, terpaksa diisolasi karena terpapar virus corona. Sebagian besar dari mereka tidak mengalami gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Menurut Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud, semua anggota Satpol PP Makassar yang terinfeksi virus corona, melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tak bisa melakukan isolasi di hotel seperti kebanyakan pasien lainnya. 

Hal itu lantaran menurut Iman, karena proses administrasi yang rumit dan berbelit-belit.

Iman mengaku, data ini kemungkinan akan bertambah. Karena masih menunggu hasil pemeriksaan. Rata-rata 4 sampai 5 hari baru hasil swab keluar.

Menurut Iman, banyaknya anggota Satpol PP Makassar yang terpapar corona, selain karena aktivitas mereka yang cukup berat, juga karena logistik untuk Satpol PP Makassar sudah dihentikan sejak 26 Oktober 2020 lalu.

"Dari awal saya sudah prediksi. Beban tugas yang berat, operasional terbatas. Logistik terbatas. Gizi tidak sempurna. Tumbanglah satu persatu," ungkap Iman.

Iman mengaku, untuk bulan Oktober 2020, biaya operasional logistik dari BPBD Makassar sebagai koordinator penanganan Covid-19, belum dibayarkan buat anggota Satpol PP yang bertugas.

"Hampir satu miliar anggaran Satpol PP dialokasikan ke Covid-19," kata Iman.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved