Penyeludupan Sabu

Modus Penyeludupan Sabu ke Lapas, Gunakan Batang Kangkung

Wanita berinisial TC (39) tersebut, mengemas sabu ke dalam sedotan plastik lalu dimasukkan ke dalam batang kangkung yang telah dimasak. 

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi narkoba 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada-ada saja cara seseorang menyeludupkan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan. Kamis kemarin, seorang wanita ditangkap karena kedapatan berusaha menyeludupkan narkoba jenis sabu ke seorang nara pidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas 2B Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Wanita berinisial TC (39) tersebut, mengemas sabu ke dalam sedotan plastik lalu dimasukkan ke dalam batang kangkung yang telah dimasak. 

Jumlah paket sabu yang dibawa cukup banyak yakni 18 paket dengan total sabu sebanyak 5 gram. 

Beruntung, petugas Lembaga Permasyarakatan Kelas 2B Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu, Kamis (31/12/2020).

Kepala Lapas Kelas 2B Cianjur Cianjur Heri Aris mengatakan, pelaku mengemas paket narkoba tersebut ke dalam sedotan plastik.

Selanjutnya, untuk mengelabui petugas, sedotan plastik berisi narkoba itu kemudian disembunyikan dalam batang kangkung yang telah dimasak.

“Rencananya mau dimasukkan ke dalam, mau menitipkan makanan. Namun, saat di ruang pemeriksaan kita dapati ada narkobanya.

Karena sesuai SOP dan prosedur, setiap kiriman harus diperiksa,” kata Heri kepada wartawan saat ekspose perkara, Kamis (31/12/2020).

Disebutkan, pihak lapas sebelumnya menerima informasi dari Satnarkoba Polres Cianjur terkait akan adanya upaya penyelundupkan narkoba ke dalam lapas.

“Selanjutnya kita berkordinasi, dan melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap kiriman yang masuk ke lapas," ujar dia.

Dikatakan Heri, narapidana yang rencananya akan menerima barang titipan tersebut sebanyak empat orang.

Semuanya merupakan napi kasus narkoba.

“Untuk pengembangan lebih lanjut, kasusnya kita serahkan ke Satres Narkoba Polres Cianjur,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Ali Jupri mengatakan, TC mengaku tidak tahu dengan barang bawaannya karena merupakan titipan dari seseorang yang tidak diketahuinya.

“Namun, kalau kita lihat kondisinya yang sudah dewasa, dia tentu harusnya bertanya apa yang dititipinya, tidak mungkin dia tidak tahu,” ucap Ali.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TC bersama keempat narapidana tersebut dibawa ke mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku dijerat pasal 112 junto 114 dan 132 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup," ujar dia.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved