Penembakan Laskar FPI

Komnas HAM Harap Kasus Penembakan Laskar FPI Tuntas Awal Bulan Ini

Komnas HAM yang menangani pengusutan ini, hingga kini masih melakukan pengumpulan data dan menganalisa setiap informasi yang didapatkan

Editor: muhammad irham
kompas.com
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengusutan kasus penembakan 6 laskar FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) lalu, hingga kini belum selesai. Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (HAM) yang menangani pengusutan ini, hingga kini masih melakukan pengumpulan data dan menganalisa setiap informasi yang didapatkan.

Ketua Tim Penyelidikan M Choirul Anam mengatakan, mereka berharap laporan penyelidikan terkait tewasnya enam Laskar FPI bisa selesai awal bulan ini.

Anam mengatakan pihaknya juga akan langsung merilis laporan hasil penyelidikan jika laporan tersebut sudah solid. 

"Solid laporannya, langsung launching. Semoga awal bulan ini," kata Anam ketika dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (3/1/2020).

Anam mengatakan pekan depan pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap petugas kepolisian, permintaan keterangan ahli, dan penyusunan laporan. 

Terkait dengan ahli, kata Anam, pihaknya akan meminta keterangan dari ahli forensik

Namun demikian, ia tidak menjelaskan ahli forensik apa yang akan dimintai keterangan. 

"Pendalaman dari polisi, ahli dan penyusunan laporan," kata Anam. 

Diberitakan sebelumnya Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menyampaikan penyidik Polri direncanakan akan kembali diperiksa oleh Komnas HAM terkait kematian 6 laskar FPI pada Senin (4/12/2020) besok.

Menurut Andi, nantinya pihaknya akan berjanji akan memenuhi pemeriksaan Komnas HAM tersebut.

"Besok jadwalnya ke Komnas lagi," kata Andi Rian kepada wartawan, Minggu (3/1/2021).

Namun demikian, pihaknya tidak membeberkan lebih lanjut ihwal materi pemeriksaan pada esok hari.

Yang jelas, Komnas HAM mengirimkan surat undangan pemanggilan pemeriksaan kepada penyidik.

"Undangannya cuma minta menghadirkan penyidik," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1330 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved