Mandi

Jangan Mandi Jika Tubuh Berkeringat, Ini Dampaknya Bagi Tubuh

Mandi bukan hanya sebagai rutinitas harian. Kegiatan mandi menjadi penting dan tidak boleh ditinggalkan bertujuan membersihkan tubuh

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi mandi malam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mandi bukan hanya sebagai rutinitas harian yang tak ada artinya. Kegiatan mandi menjadi penting dan tidak boleh ditinggalkan dengan tujuan membersihkan diri.

Perlu diketahui patogen, germ, kuman, virus bisa hidup dan berada di dekat kita, bahkan di tubuh kita.

Melansir mayoclinic.org, dalam artikel Germs: Understand and protect against bacteria, viruses and infection, disebutkan beberapa kuman adalah musuh yang sulit dikenali, karena mereka terus bermutasi untuk menghancurkan pertahanan sistem kekebalan tubuh.

Nah, saat kita rutin mandi setidaknya dua kali sehari, rutinitas tersebut akan secara langsung membantu imunitas tubuh membersihkan berbagai kuman, bakteri, atau virus yang bisa merugikan.

Namun berbicara mengenai mandi, ternyata hal ini juga sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Misalnya saat kondisi tubuh panas dan berkeringat, kita sebaiknya jangan langsung mandi. Sebab itu bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Beberapa orang beranggapan, mandi, terutama dengan air dingin, bisa mengembalikan kesegaran tubuh dan membuat kulit tidak terasa lengket.

Namun efek atau reaksi tubuh yang muncul ternyata bisa berbeda, jika kita mandi ketika sedang berkeringat.

Akademisi dan dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia (UI), dr Ari Farial Syam, SpPD, megungkapkan, munculnya keringat dari tubuh merupakan reaksi suhu tubuh yang panas terhadap suhu lingkungan.

"Jadi, suhu tubuh kita itu 37 derajat celsius. Nah kalau kita berkeringat, berarti itu merupakan reaksi suhu tubuh kita panas.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved