Berita Viral

Di Warung Ini, Pembeli tak Boleh Sisakan Makanan, Kalau Melanggar, Bayar Lebih

Bagaimana tidak, ada aturan unik bagi para pembelinya di sebuah Warung Pak Rudy di Godean RT 01 RW 15 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo

Editor: muhammad irham
Tribun Solo
Suasana Warung Makan Pak Rudy yang viral karena bayar Rp 5.000 tapi tak habis bayar Rp 7.000 di Godean RT 01 RW 15 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah kisah di balik warung makan viral, kena denda kalau pelanggan tak habiskan makanan. Baru kali ini ada sebuah warung makan yang super lengkap sanjiannya, tetapi bikin isi dompet tak meronta-ronta.

Bagaimana tidak, ada aturan unik bagi para pembelinya di sebuah Warung Pak Rudy di Godean RT 01 RW 15 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Makan khusus nasi sayur berbagai jenis macamnya hanya dibanderol Rp 5.000 saja, tetapi jika tidak habis justru 'didenda' jadi Rp 7.000 per porsi.

Bagaimana kisahnya?

Meski jauh dari pusat kota karena di perbatasan Kota Makmur, tetapi warung ini begitu ramai pembeli.

Tak ayal, warung makan dengan aturan unik ini langsung viral di media sosial.

Sang pemilik, Rudiyanto (45) menuturkan jika warung makan yang ia rintis sejak tahun 2002 itu tak langsung memberlakukan aturan tersebut.

Mulanya, pria lulusan STM itu merasa prihatin dengan pembeli yang tak menghabiskan menu makan.

"Kalau pakai aturan ini dari tahun 2007, dulu itu pembeli datang kesini tidak menghabiskan makanan," jelas dia kepada TribunSolo.com, Kamis (4/2/2021).

"Saya prihatin sekaligus kasihan dengan yang mencuci piring," paparnya membeberkan.

Selain itu, sambung Rudy ada nilai keagamaan yang ia junjung, yakni dengan tidak membuat makanan dihambur-hamburkan.

"Saya menauladani sunnah Rasulullah, kalau habis insyallah barokah dan kalau tidak habis itu mubazir," ujarnya.

Rudy menegaskan jika yang ia berlakukan tersebut bukan denda, melainkan tolak ukur pembelinya.

Adapun setiap porsi nasi sayur dibenderol Rp 5.000 saja.

Sementara jika pembeli menambah lauk lain-lain tetap dihitung berbeda, misalnya antara tempe, ayam hingga kerupuk.

Mengingat harga lauk-pauk antara jenis satu dengan lainnya berbeda.

"Kalau habis berarti ngambilnya sedikit dan bayarnya Rp 5.000, kalau tidak habis berarti ngambilnya banyak berarti bayar Rp 7.000," terangnya.

Para pembeli sendiri, lanjut Rudy tak mempermasalahkan dengan aturan tersebut.

"Respon pembeli positif, selain mengamalkan sunnah Rasullullah mereka juga mengaku kasian dengan yang cuci, di sini kan dapur warungnya kelihatan jelas, maklum dapur kampung hehe," katanya terkekeh.

Adapun warung makan miliknya buka dari hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 07.30 WIB hingga 14.00 WIB.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved