Desain Rumah

Tips Agar Rumah Tetap Sejuk Meski Tak Menggunakan AC

Karena itu, kondisi rumah harus dijaga sebaik mungkin untuk membuat tubuh rileks dan menabung energi positif.

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rumah adalah tempat beristirahat pribadi ternyaman setelah capek beraktifitas seharian. Karena itu, kondisi rumah harus dijaga sebaik mungkin untuk membuat tubuh rileks dan menabung energi positif.

Nah, tapi ada masalah yang sering ditemui di dalam rumah, yaitu hawa panas.

Hawa atau sirkulasi udara di dalam rumah ternyata bisa sepanas berada di luar rumah, dan terkadang mengharuskan kita untuk menghidupkan AC.

Padahal, rumah bisa didesain agar mampu mendinginkan dirinya sendiri.

Dilansir dari Tabloid RUMAH edisi 99, Jika kalian memutuskan tidak memakai AC, maka ada perlakuan yang harus diterapkan pada dinding yang terpapar panas matahari.

Ada beragam caranya, seperti yang dilakukan arsitek Adi Purnomo pada desain rumah Tangkuban Perahu.

Hampir seluruh dinding di lantai atas dan sebagian di lantai dasar dilapis lagi dengan dinding berongga yang penuh dengan pot-pot berisi tanaman.

“Ini sifatnya percobaan dinding pendingin,” jelasnya. Sementara itu dinding dalamnya adalah dinding bata dan kacakaca lebar untuk memasukkan cahaya.

Selain sebagai pendingin, lapisan dinding tanaman ini berfungsi juga sebagai penahan debu.

Jika rumah tidak ber-AC, maka ada ruang-ruang yang dibuka untuk memasukkan angin. Ini berarti debu dari luar rumah bisa ikut masuk.

Dingin dengan Peletakan Ruang yang Tepat

Cara meletakkan ruang juga dapat membantu terciptanya kenyamanan suhu. Bagilah aktivitas di rumah menjadi 2, yakni aktivitas yang dilakukan sore/malam dan pagi/siang hari.

Tempatkan ruang-ruang yang menampung kegiatan di pagi/siang hari pada sebelah barat. Untuk ruang kegiatan sore/malam hari sebaiknya berada di sebelah timur.

Contohnya, tempatkan dapur di sisi barat karena aktivitas memasak biasanya dilakukan saat pagi/siang.

Selain itu, setiap bukaan sebaiknya berada pada sisi utara dan selatan sehingga cahaya matahari tidak masuk ke rumah secara langsung.

Gimana menurut kalian?

Trik Memilih Aksen Warna untuk Ruangan di Rumah, Begini Caranya

Memilih aksen warna untuk ruangan di rumah bisa disesuaikan dengan selera.

Namun, ada beberapa trik yang bisa diterapkan apakah memilih warna yang aman atau justru warna yang sangat kontras.

Yang jelas, warna dominan lain yang sudah ada sangat menentukan warna aksen yang sebaiknya ditambahkan.

Agar warna yang berbeda sendiri dari warna sekitarnya ini tetap enak dilihat, beberapa contoh warna aksen ini dapat diterapkan.

1. Aksen pada Warna Netral

Bila sebagian besar ruang berwarna netral, warna yang dipilih sebagai aksen dapat berupa warna apa saja, tentu di luar warna netral.

Karena pada dasarnya, warna netral tidak akan berebut perhatian dengan warna aksen.

Yang termasuk dalam skema warna netral adalah putih, abu-abu, hitam, krem, sampai cokelat muda.

2. Aksen pada Warna Monokromatis

Paduan warna monokromatis merupakan cara aman mendekorasi ruang.

Menambahkan warna aksen ke dalam paduan warna ini pun tergolong mudah.

Cukup menggeser saturasi dari sekelompok warna yang ada, maka didapat aksen yang serasi.

Umumnya, warna aksen dipilih yang lebih tua agar ia tampil menonjol.

Misalnya ruang bernuansa hijau memiliki aksen hijau gelap bak beludru.

Justru yang harus diperhatikan adalah jangan memilih warna aksen yang terlalu mirip dengan warna dominannya.

3. Aksen yang Kontras

Pada sebuah ruang yang sudah memiliki warna tersendiri, penambahan aksen yang kontras dapat menciptakan kejutan yang menyenangkan.

Paduan warna yang berani dapat dieksplorasi seluas-luasnya.

Selera dan rasa seni lebih berperan dalam memilih warna-warna ini.

Yang harus diperhatikan dalam paduan yang kontras adalah jangan terlalu banyak menambahkan porsi warna aksen, agar ruang tidak kacau.

4. Tambahkan Pernik

Sebidang dinding yang warnanya betul-betul berbeda dibandingkan dengan bidang dinding lainnya kadang kala membuat dinding tersebut seperti terisolasi.

Ia seolah tidak memiliki kesatuan dengan desain ruang secara keseluruhan.

Tambahkan pernak-pernik yang warnanya senada dengan warna aksen tersebut.

Pilih bantal kursi, kap lampu, atau benda pajangan dalam warna aksen.

Penambahan benda-benda kecil ini akan membuat ruang memiliki kesinambungan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1447 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved