Bencana Alam

Tukang Tambal Ban Harus Relakan Rumahnya Diterjang Air Sungai Bengawan Solo, Tak Ada Uang Renovasi

"Rumah ini saya bangun saat Pak Harto turun tahun 1998, saat anak saya masih kecil kecil," katanya.

Editor: Isvara Savitri
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Kolase Foto : Mata istri pemilik rumah tampak berkaca-kaca menyaksikan huniannya ambruk akibar luapan anak sungai Bengawan Solo (kiri). Rumah Sumarno warga Kadipiro, Banjarsari, Solo Ambruk pada Jumat (19/2/2021). 

TRIBUNMANADOWIKI, SOLO - Keluarga tukang tambal ban warga Combong RT 05 RW 01, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah harus mengalami kejadian nahas.

Sumarno dan Endang Pruletarsih namanya, mereka harus merelakan rumahnya ambruk diterjang air yang berasal dari Sungai Bengawan Solo pada Jumat (19/2/2021).

Endang meratapi dan matanya terlihat berkaca-kaca menyaksikan rumahnya harus rata dengan tanah.

Padahal rumah tersebut dibangun sendiri.

Ia mengatakan bahwa rumah tersebut punya sejarah panjang baginya.

Ilustrasi banjir air sungai.
Ilustrasi banjir air sungai. (Freepik.com)

"Rumah ini saya bangun saat Pak Harto turun tahun 1998, saat anak saya masih kecil kecil," katanya.

"Karena suami saya uangnya sedikit dibelikan tanah di sini 50 meter," imbuhnya.

Endang mengaku kebingungan dengan nasibnya pasca rumahnya ambruk.

Sebab, dirinya mengaku tak punya cukup biaya untuk merenovasi ulang rumah tersebut.

Apalagi, Endang baru saja dinyatakan sembuh dari kanker Payudara yang dideritanya.

"Bingung dan sedih karena saya baru saja operasi kanker payudara," ujarnya.

"Saya baru saja sembuh sekarang ganti rumah ambruk," ungkapnya sembari berkaca kaca.

Baca juga: Terganggu dengan Keberadaan Kecoa di Rumah? Gunakan 7 Tanaman Ini, Dijamin Ampuh!

NASIB MASIH MENGGANTUNG

Pasca rumahnya ambruk akibat tergerus luapan anak Bengawan Solo, nasib Sumarno dan Endang Pruletarsih masih menggantung.

Keluarga tukang tambal ban itu mengaku bingung seusai rumahnya rata dengan tanah.

"Saya bingung, rumah ini untuk mencari sandang pangan," kata Endang saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (19/2/2021).

Sementara ini, lanjut Endang jika ia dan suaminya mengungsi terlebih dulu ke rumah saudaranya.

"Kalau tidak ke rumah kakak saya ya ke rumah anak saya yang aman," ujarnya.

"Saya harap dapat membangun kembali, namu kalau saat ini (keuangan) belum mampu," imbuhnya.

Dirinya mengaku tak punya cukup biaya untuk merenovasi ulang rumah tersebut lantaran baru saja menjalani operasi kanker payudara.

"Bingung dan sedih karena saya baru saja operasi kanker payudara," ujarnya.

"Saya baru saja sembuh sekarang ganti rumah ambruk," ungkapnya sembari berkaca kaca.

Endang menambahkan jika rumah tersebut mempunyai sejarah yang amat panjang.

"Rumah ini saya bangun saat Pak Harto turun tahun 1998, saat anak saya masih kecil kecil," katanya.

"Karena suami saya uangnya sedikit dibelikan tanah disini 50 meter," imbuhnya.

Tergerus Luapan Anak Sungai Bengawan Solo


Rumah milik Sumarno, Combong RT 05 RW 01, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (19/2/2021). (TribunSolo.com/Ilham Oktafian)

Sebelumnya, Rumah milik Sumarno di Combong RT 05 RW 01, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo tiba-tiba ambruk karena tergerus luapan anak Sungai Bengawan Solo, Jumat (19/2/2021).

Anak Sumarno, Novi Setiyoko mengatakan kejadian nahas tersebut tidak langsung terjadi.

Awalnya, itu karena kondisi Sungai Bengawan Solo yang terus meluap beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut membuat retakan di rumah pria yang berprofesi tukang tambal ban itu.

"Mulai 3 hari yang lalu sudah mulai ada keretakan, lalu kemarin Bapak dan Ibu mulai mengungsi ke tempat saudara," kata Novi kepada TribunSolo.com, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Tepat 18 Tahun Lalu dalam Sejarah, 100 Orang Tewas dalam Kebakaran Konser Rock di Rhode Island

Keretakan tersebut, lanjut dia, semakin parah tiap harinya dan membuat kediaman Sumarno semakin miring.

"Ambruknya perlahan lahan, semakin miring miring," tuturnya.

Puncaknya, pada pukul 15.29 WIB rumah Sumarno ambruk total.

Sementara itu, anggota TRC BPBD Solo, Hananto mengaku bakal berkoordinasi dengan pihak perangkat setempat untuk membuat langkah lanjutan.

"Kami akan koordinasikan dulu, sementara ini akan kami bersihkan," tambahnya. 

Tergerus Arus

Ilustrasi area banjir.
Ilustrasi area banjir. (Freepik.com)

Sebelumnya, rumah milik Sumarno di Combong RT 05 RW 01, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo tiba-tiba ambruk karena tergerus luapan anak Sungai Bengawan Solo, Jumat (19/2/2021).

Anak Sumarno, Novi Setiyoko mengatakan kejadian nahas tersebut tidak langsung terjadi.

Awalnya, itu karena kondisi anak Sungai Bengawan Solo yang terus meluap beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut membuat retakan di rumah pria yang berprofesi tukang tambal ban itu.

"Mulai 3 hari yang lalu sudah mulai ada keretakan, lalu kemarin Bapak dan Ibu mulai mengungsi ke tempat saudara," kata Novi kepada TribunSolo.com, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Isi Jabatan Kabareskrim dan Pernah Tangani kasus Ahok, Ini Sosok Komjen Agus Andrianto

Keretakan tersebut, lanjut dia, semakin parah tiap harinya dan membuat kediaman Sumarno semakin miring.

"Ambruknya perlahan lahan, semakin miring miring," tuturnya.

Puncaknya, pada pukul 15.29 WIB rumah Sumarno ambruk total.

Sementara itu, anggota TRC BPBD Solo, Hananto mengaku bakal berkoordinasi dengan pihak perangkat setempat untuk membuat langkah lanjutan.

"Kami akan koordinasikan dulu, sementara ini akan kami bersihkan," tambahnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Nestapa Tukang Tambal Ban di Bantaran Bengawan Solo : Rumah Ambruk, Tak Punya Uang Renovasi.

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved