Internasional

Dianggap Ekstremis, Israel Cegah Iran Dapat Senjata Nuklir

"Dengan atau tanpa kesepakatan, kami akan melakukan segala cara agar Iran tidak dipersenjatai dengan senjata nuklir," ungkap Netanyahu.

Editor: Isvara Savitri
Reuters/A Sultan via Kontan.co.id
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNMANADOWIKI, YERUSALEM - Israel akan mencegah Iran yang dianggap sebagai ekstremis mendapatkan senjata nuklir.

Hal ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat menghadiri upacara peringatan Pertempuran Tel Hai 1920 pada Selasa (22/2/2021).

Dalam pertemuan tersebut Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan apa saja untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Dikutip dari Sputnik News, Netanyahu mengatakan, tidak akan menggantungkan harapannya pada kesepakatan dengan rezim ekstremis seperti Iran.

Ia menyoroti kasus serupa yang terjadi di Korea Utara.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninjau sebelum sidang di pengadilan distrik di Yerusalem, Senin (8/2/2021).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninjau sebelum sidang di pengadilan distrik di Yerusalem, Senin (8/2/2021). (AP/REUVEN CASTRO)

"Dengan atau tanpa kesepakatan, kami akan melakukan segala cara agar Iran tidak dipersenjatai dengan senjata nuklir," ungkap Netanyahu.

Bahas langkah AS

Sebelumnya, Netanyahu telah mengadakan pertemuan strategis yang melibatkan Menteri Pertahanan Benny Gantz, Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Aviv Kochavi, dan Kepala Mossad Yossi Cohen untuk membahas langkah Presiden AS Joe Biden yang membuka ruang diskusi untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran.

Sejak Donald Trump membawa AS keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 pada tahun 2018 silam, Iran perlahan mulai meninggalkan kewajibannya sesuai dengan apa yang ada di perjanjian, di mana Iran harus mengurangi program nuklirnya.

Keluarnya AS disusul oleh pernyataan Iran bahwa mereka akan kembali melakukan pengayaan uranium untuk memproduksi nuklir.

Baca juga: Ikatan Cinta Rabu 24 Februari 2021: Elsa Rencanakan Hal Jahat di Penjara, Al Pilih Usir Andin?

Baca juga: Tak Hanya di Tuban, Warga Desa Kawangkoan Pernah Kaya Mendadak, Beli Mobil hingga Nyumbang ke Gereja

Puncaknya, pada Desember 2020, Iran mengeluarkan undang-undang untuk meningkatkan pengayaan uraniumnya dan menutup pintu untuk inspeksi PBB atas situs nuklirnya.

Undang-undang tersebut juga merupakan wujud protes Iran atas pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka sekaligus tokoh kunci di balik program nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Iran menyalahkan Israel atas kasus pembunuhan tersebut. 

PM Israel Benjamin Netanyahu.
PM Israel Benjamin Netanyahu. (AP/Jack Guez)

Pada Januari lalu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengumumkan, Iran telah berhasil memperkaya uranium hingga 20 persen di Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow.

Baca juga: Mengenal Wendy Walters, Perempuan yang Baru Saja Dipersunting Reza Arap

Baca juga: Mengenal Sindrom Peter Pan pada Orang Dewasa, Salah Satu Cirinya Tak Bisa Bertanggung Jawab

Pekan lalu, Iran resmi membatasi inspeksi situs nuklirnya kepada Agensi Energi Atom Internasional (IAEA) yang ada di bawah PBB.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Netanyahu: Israel akan lakukan segala cara agar Iran tidak mendapat senjata nuklir.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved