Sindrom Peter Pan

Mengenal Sindrom Peter Pan pada Orang Dewasa, Salah Satu Cirinya Tak Bisa Bertanggung Jawab

Seorang pengidap sindrom Peter Pan sikapnya tidak mengikuti pertumbuhan usia dan cenderung tidak mandiri.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi sindrom Peter Pan. 

TRIBUNMANADOWIKI - Apakah Anda tahu ada sindrom Peter Pan di dunia ini? Pernah mendengarnya?

Sindrom Peter Pan adalah orang dewasa yang secara psikologis, sosial, dan seksual tidak menunjukkan kematangan.

Pria ketika sudah dewasa seharusnya sudah bisa hidup mandiri, tetapi pria yang memiliki sindrom Peter Pan menunjukkan sifat sebaliknya.

Sikapnya tidak mengikuti pertumbuhan usia, cenderung tidak mandiri, dan kekanak-kanakkan.

Persis seperti tokoh Peter Pan dalam cerita fiksi buatan Disney.

Peter Pan.
Peter Pan. (Freepik.com)

Ada banyak sebutan untuk sindrom ini, seperti king baby atau little prince syndrome.

Sifat kekanak-kanakan tentu tidak hanya melulu dimiliki pria.

Beberapa wanita dewasa juga mungkin bersifat kekanak-kanakan.

Meski begitu, sindrom Peter Pan lebih banyak ditemukan pada pria karena pakar psikologi berpendapat bahwa laki-laki dewasa cenderung memiliki tanggung jawab yang lebih besar, seperti menjadi kepala rumah tangga atau mencari nafkah.

Penyebab

  • Cara pandang yang salah terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
  • Pola asuh orangtua yang terlalu protektif.
  • Tidak siap untuk memikul tanggung jawab yang besar saat dewasa. Merasa cemas, takut, tidak mampu, dan tidak percaya diri, sehingga pengidap sindrom Peter Pan berupaya melindungi diri dengan bersikap layaknya anak kecil. Tekanan mental berat inilah yang mungkin memicu rasa “ingin kabur dari tanggung jawab” dan membuat seseorang ingin kembali ke masa kanak-kanak yang tidak memiliki beban hidup.

Baca juga: Mengenal Wendy Walters, Perempuan yang Baru Saja Dipersunting Reza Arap

Baca juga: Tidak Memiliki Kesamaan, Kisah Si Kembar Lucy dan Mary Terkenal di Dunia

Meski terkait dengan masalah psikologis, sindrom ini bukan termasuk diagnosis resmi gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, atau gangguan obsesif kompulsif (OCD).

Gejala

  • Cenderung berperilaku seperti anak kecil, remaja, atau orang yang lebih muda dari usianya. Biasanya, orang dengan sindrom ini juga berteman dengan orang yang lebih muda.
  • Selalu bergantung pada orang lain dan merepotkan orang lain. Mengharapkan untuk selalu dilindungi dan dituruti semua permintaannya. Takut dan memiliki kekhawatiran yang berlebihan jika melakukan segala sesuatu sendiri.
  • Tidak bisa mempertahankan hubungan jangka panjang yang stabil, terutama percintaan. Sifatnya yang kekanakan kadang membuat pasangan menjadi tidak nyaman. Selain itu, orang dengan sindrom ini sulit untuk bersikap romantis dan memilih pasangan yang lebih muda.
  • Kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan atau dalam mengelola keuangan. Selalu mengutamakan kepentingan pribadi, terutama untuk kepuasan dan kebaikan dirinya sendiri.
  • Tidak mau mengakui kesalahan dan melimpahkannya pada orang lain sehingga sulit untuk introspeksi diri.

Karena tidak semua pria dengan sindrom Peter Pan memiliki gejala yang sama, sehingga sulit diidentifikasi.

Perlu pemeriksaan lebih lanjut, bukan hanya pada pengidap sindrom peter pan saja, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Alasannya karena pengidap peter pan cenderung tidak menyadari dan merasa seolah dirinya baik-baik saja.

Perlu perawatan yang tepat untuk mengubah perilaku pengidap sindrom peter pan dan orang-orang di sekitarnya.

Pengobatan

Sindrom Peter Pan yang terjadi saat dewasa dapat diatasi dengan terapi ke psikolog.

Sebelum ditegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan dengan psikolog atau psikiater.

Baca juga: Tidak Menjadi Miliarder Dadakan Seperti Tetangganya, Tarsimah Hanya Andalkan Bantuan Pemerintah

Baca juga: Profil Reza Arap, Terkenal Karena Main Game dan Musik, Ternyata Dulu Jaga Warnet

Ikuti kami di
KOMENTAR
1504 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved