Kudeta Militer Myanmar

Ikut Perangi Junta Militer, Duta Besar Myanmar untuk PBB Dipecat

Namun pemecatan tersebut tidak diakui oleh PBB karena PBB tak akui Junta Militer sebagai pemimpin baru di Myanmar.

Editor: Isvara Savitri
Lillian SUWANRUMPHA/AFP
Para migran Myanmar di Thailand memprotes kudeta militer di negara asalnya, di depan gedung ESCAP Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bangkok pada 21 Februari 2021. 

TRIBUNMANADOWIKI, NAYPYIDAW - Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun pada Sabtu (27/2/2021) bersumpah bahwa ia akan memerangi kudeta militer.

Akibat hal tersebut, ia dipecat karena dianggap mengkhianati Junta Militer.

Hal ini disiarkan oleh televisi Myanmar sebagaimana dilansir oleh reuters, Minggu (28/2/2021).

"Saya memutuskan untuk melawan (kudeta militer) selama yang saya bisa," ujar Kyaw Moe Tum kepada Reuters pada Sabtu (27/2/2021).

Meski begitu pihak PBB masih menganggap Kyaw Moe Tum sebagai duta besar.


ILUSTRRASI SUASANA di Myanmar --- FOTO: Seorang pengunjuk rasa memegang tanda saat mereka berhadapan dengan barisan polisi di ujung jalan selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 26 Februari 202. (AFP/SAI AUNG MAIN)

Pasalnya mereka belum menerima komunikasi apa pun dari Myanmar.

Apa lagi mereka juga tak mengakui Junta Militer sebagai pemerintahan yang baru Myanmar.

"Kami belum menerima komunikasi apa pun mengenai perubahan perwakilan Myanmar di PBB di New York," terang juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Rakyat Melawan Militer dengan Humor

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved