Kesehatan

Mengenal Demam Tifoid, dari Penyebab hingga Pengobatan

Demam tifoid atau tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi anak demam. 

Diagnosa

Penyakit tifus dapat didiagnosis melalui wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik lengkap, dan pemeriksaan penunjang.

Wawancara medis dapat mencakup riwayat keluhan yang dialami, serta faktor risiko seperti riwayat konsumsi makanan dengan kebersihan yang kurang baik.

Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan oleh dokter untuk memastikan arah diagnosis.

Selain itu, pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis adalah uji Widal serta pemeriksaan IgG dan IgM Salmonella typhi.

Pemeriksaan biakan/kultur darah dan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan pemeriksaan definitif baku emas yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri.

Namun, keduanya jarang dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup tinggi.

Lagi pula, secara umum tifus dapat terdiagnosis dari gejala umum dan pemeriksaan lain yang lebih sederhana.

Pengobatan


Ibuprofen adalah obat yang masuk ke dalam jenis obat anti inflamasi non-steroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini digunakan untuk meredakan rasa nyeri, demam, dan inflamasi.(hellosehat) (hellosehat)

Jika seseorang diduga terkena tifus, disarankan untuk langsung berobat ke dokter.

Penanganan penyakit tifus dilakukan dengan pemberian obat antibiotik.

Pengobatan bisa dilakukan di rumah atau perlu dilakukan di rumah sakit.

Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit tifus yang dialami pasien.

Namun, sering dikatakan bahwa penanganan yang terbaik adalah pencegahan.

Untuk mencegah tertular demam tifoid, disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang diduga telah tercemar oleh lalat, atau yang kebersihannya tidak terjamin.

Hal ini akan mengurangi risiko Anda untuk terinfeksi bakteri Salmonella typhi.

Sementara itu, jika telah didiagnosis mengalami demam tifoid, umumnya akan mendapatkan penanganan berikut ini:

• Bed rest.

• Asupan nutrisi yang sesuai untuk penderita.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1521 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved