Kesehatan

Mengenal Gagal Jantung, Mulai dari Penyebab hingga Pencegahan

Gagal jantung bisa mempengaruhi fungsi organ lain karena tidak mendapat asupan darah.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi sakit jantung. 

Beban jantung yang meningkat ini pada akhirnya dapat menyebabkan jantung gagal berfungsi dengan baik.

Selain kondisi-kondisi di atas, ketidakmampuan jantung memompa darah juga bisa disebabkan oleh hipertensi pulmonal, anemia, obesitas, penyakit ginjal, efek samping obat-obatan, alergi, infeksi, dan pembekuan darah di paru-paru.

Anda juga lebih berisiko mengalami gagal jantung jika memiliki beberapa kondisi berikut:

• Berusia 65 tahun atau lebih.

• Memiliki riwayat penyakit jantung atau serangan jantung.

• Merokok.

• Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

• Memiliki berat badan berlebih.

• Jarang berolahraga.

• Jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Cukup banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko tinggi mengalami gagal jantung.

Untuk mencegah gagal jantung, Anda perlu rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jantung, terlebih jika memiliki kondisi atau penyakit di atas.

Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan menjelaskan upaya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan organ tubuh Anda yang lain.

Gagal jantung sebaiknya dicegah sedini mungkin, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total.

Jika sudah mengalami gagal jantung, upaya penanganan yang bisa dilakukan hanyalah untuk mengurangi beban kerja jantung dan membantu penderitanya untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Gejala

Ilustrasi sakit jantung.
Ilustrasi sakit jantung. (Freepik.com)

Gejala gagal jantung terbagi menjadi dua, yaitu gejala gagal jantung kronis yang berkembang secara bertahap dan lama, serta gejala gagal jantung akut yang berkembang secara cepat.

Seseorang yang mengalami gagal jantung akut wajib menerima perawatan di rumah sakit.

Gejala utama gagal jantung adalah:

• Sesak napas.

• Tubuh terasa lelah.

• Pembengkakan pergelangan kaki.

Faktanya, terdapat beberapa jenis gagal jantung, antara lain:

• Gagal jantung sebelah kiri

Kondisi ini terjadi saat ventrikel sebelah kiri jantung tidak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan darah yang mengandung oksigen.

• Gagal jantung sebelah kanan

Kondisi ini terjadi saat adanya kerusakan pada ventrikel sebelah kanan jantung yang menyebabkan proses pengambilan oksigen di dalam paru-paru oleh darah tidak bisa berjalan semestinya.

• Gagal jantung sistolik

Kondisi ini terjadi saat otot jantung tidak mampu berkontraksi dengan baik, akibatnya proses penyaluran darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh terganggu.

• Gagal jantung diastolik

Kondisi ini terjadi saat jantung sulit untuk terisi darah, sehingga terjadi akibat otot jantung mengalami kekakuan.

Baca juga: Terjadi Ledakan di Banda Aceh, Hancurkan Gerobak Penjual Nasi, Satu Orang Terluka

Baca juga: Hidup di Era Milenial, Perempuan Manado Ini Tegaskan Soal Integritas

Diagnosis

Terdapat beberapa langkah diagnosis yang akan dilakukan dokter, misalnya dengan melakukan pemeriksaan untuk melihat tanda-tanda gagal jantung.

Pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop juga bisa dilakukan untuk memeriksa detak jantung.

Pemeriksaan tambahan yang bisa dilakukan, antara lain:

• Foto rontgen dada

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi pembesaran ukuran jantung atau penumpukan cairan di dalam paru-paru yang kerap dialami pengidap gagal jantung.

• Elektrokardiografi

Pemeriksaan ini akan merekam perubahan aktivitas listrik jantung saat terjadi gagal jantung, atau mendeteksi gangguan irama jantung yang bisa menjadi indikasi gagal jantung.

• Ekokardiografi

Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat struktur organ jantung agar lebih jelas dengan bantuan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Tes darah, pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi suatu jenis protein yang kadarnya akan meningkat jika gagal jantung terjadi. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mendeteksi penyakit yang dapat menjadi penyebab gagal jantung.

• CT scan atau MRI jantung

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memdapatkan gambaran yang lebih akurat dan detail mengenai kondisi organ dalam.

• Kateterisasi jantung

Pemeriksaan bertujuan untuk mendeteksi penyumbatan pada pembuluh darah jantung.

Pengobatan

Ilustrasi sakit jantung.
Ilustrasi sakit jantung. (Freepik.com)

Sayangnya, gagal jantung masuk dalam kategori penyakit seumur hidup yang tidak dapat diobati dengan tuntas.

Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan adalah kombinasi obat-obatan, peralatan penopang jantung, operasi perlu dilakukan.

Gaya hidup yang sehat juga penting untuk dijalani oleh pengidapnya.

Pencegahan

• Mengonsumsi makanan sehat yang cukup mengandung zat besi, serta menghindari asupan garam yang berlebihan. Selain dari makanan seperti bayam, zat besi juga bisa didapatkan dari suplemen.

Baca juga: Spesifikasi Redmi Note 10, Akan Keluar 4 Maret 2021 di India

Baca juga: Artidjo Alkostar Tutup Usia, Berikut Sosok Algojo Para Koruptor, Selesaikan 19.708 Kasus

• Menjaga berat badan.

• Berhenti merokok.

• Membatasi konsumsi minuman keras.

• Berolahraga secara teratur.

• Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas sehat.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Gagal Jantung.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1533 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved