Kesehatan

Apa Itu Sindrom Sjogren?

Penyebab sindro Sjogren hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi pasien periksa ke dokter. 

TRIBUNMANADOWIKI - Pernah mendengar soal sindrom Sjogren?

Sindrom Sjogren adalah kelainan genetik yang menyebabkan sekumpulan gejala seperti mulut dan mata yang kering.

Sindrom ini tidak berdiri sendiri, tetapi biasanya ada penyakit lain yaitu arthritis rheumatoid dan lupus pada pengidap.

Penyebab

Penyebab sindrom Sjogren sampai saat ini belum diketahui secara pasti.


Penyebab sindrom Sjogren sampai saat ini belum diketahui secara pasti (shutterstock)

Namun, seperti penyakit autoimun lainnya, sistem kekebalan tubuh mengalami disfungsi dan berbalik menyerang sel-sel sehat dalam kelenjar-kelenjar penghasil cairan, seperti kelenjar air mata dan kelenjar saliva.

Studi menunjukkan kecenderungan beberapa susunan genetik yang berkaitan dengan sindrom Sjogren, tetapi juga ditemukan sindrom Sjogren dapat dipicu oleh infeksi virus atau bakteri.

Gejala

Dua gejala utama sindrom Sjogren mata dan mulut kering.

Mata kering disertai sensasi terbakar, gatal, atau berpasir.

Baca juga: Joune dan Kevin Resmi Menjabat Bupati dan Wakil Bupati: Keduanya adalah Harapan Bagi Minahasa Utara

Baca juga: Mengenal Gagal Jantung, Mulai dari Penyebab hingga Pencegahan

Sedangkan mulut kering, sering dideskripsikan, seperti perasaan penuh dalam mulut dan menyebabkan kesulitan menelan dan berbicara.

Pengidap sindrom Sjogren dapat mengalami nyeri, bengkak, dan kekakuan pada sendi.

Selain itu, dapat ditemukan kelenjar ludah yang membengkak, biasanya di daerah rahang dan telinga.

Sindrom Sjogren dapat menyebabkan ruam dan kekeringan pada kulit, batuk kering terus-menerus, dan rasa lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.

Sesuai dengan beberapa gejala yang disebutkan di atas, bagian-bagian tubuh yang diserang pada sindrom Sjogren adalah sendi, tiroid, ginjal, liver, paru-paru, kulit, dan saraf.

Ilustrasi mulut kering.
Ilustrasi mulut kering. (Freepik.com)

Kondisi saat sindrom Sjogren menyerang organ selain kelenjar penghasil cairan, seperti sendi atau liver, disebut dengan sindrom Sjogren dengan keterlibatan extraglandular.

Sebagian kecil pengidap sindrom Sjogren dapat mengalami limfoma, walaupun proses jelasnya belum diketahui secara pasti.

Pengobatan

Pengobatan sindrom Sjogren dilakukan berdasarkan organ yang diserang.

Tergantung gejalanya, dokter dapat melakukan tata laksana berikut ini:

Baca juga: Resensi Film Minari, Keluarga Imigran Korea Selatan yang Berusaha Bertahan di Amerika Serikat

Baca juga: CHORD dan Lirik Lagu Peterpan - Yang Terdalam, Ada Video Klipnya Juga

- Obat untuk mengurangi kekeringan mata.

- Obat untuk meningkatkan produksi saliva.

- Antiradang non-steroid dapat diberikan jika ada gejala artritis.

- Obat-obatan yang dapat mensupresi sistem imun untuk meringankan gejala.

- Tindakan surgikal dilakukan pada beberapa kasus, ketika plug silikon atau kolagen disisipkan pada saluran kelenjar air mata dengan tujuan preservasi air mata.

Ilustrasi periksa ke dokter.
Ilustrasi periksa ke dokter. (Freepik.com)

- Meningkatkan konsumsi cairan membantu meringankan gejala mulut dan mata kering.

- Merokok dapat memperburuk gejala mulut kering, maka pengidap dianjurkan untuk tidak merokok.

Baca juga: Terjadi Ledakan di Banda Aceh, Hancurkan Gerobak Penjual Nasi, Satu Orang Terluka

Baca juga: Hidup di Era Milenial, Perempuan Manado Ini Tegaskan Soal Integritas

Sebagai penyakit genetik, tidak ada pencegahan yang diketahui sampai sekarang untuk sindrom Sjogren.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki dengan judul Sindrom Sjogren.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1538 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved