Internasional

Sempat Ingin Bunuh Diri, Meghan Markle Ungkap Alami Rasisme Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

"Tabu terhadap perkawinan beda ras dan itu masih bertahan adalah sesuatu yang kita kenal sebagai rasis," ungkapnya.

Editor: Isvara Savitri
E!News
Harry, Meghan Markle bersama putra mereka, Archie. 

TRIBUNMANADOWIKI, LONDON - Saat masih menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris, Meghan Markle sempat berpikir untuk bunuh diri.

Duchess of Sussex ini mengungkapkannya saat wawancara bersama Oprah Winfrey.

Dalam wawancara tersebut ia juga mengungkapkan rasisme yang dialami saat menjadi anggota keluarga kerajaan.

Bahkan ia mengaku media turut andil dalam perasaannya tidak ingin hidup lagi.

Sejumlah wanita kulit hitam terkemuka di Amerika Serikat (AS) mengatakan itu sebagai efek kefanatikan yang menghancurkan.


Pangeran Harry dan Meghan Markle (Instagram/sussexroyal)

Bintang tenis Serena Williams yang merupakan teman Meghan mengunggah di instragam-nya "penindasan yang sistemis dan viktimasi menghancurkan, mengisolasi, dan terlalu sering mematikan."

Lainnya juga berpendapat orang Amerika kemungkinan akan terkejut karena Meghan Markle khawatir akan warna kulit bayinya.

Keluarga kerajaan belum menanggapi pernyataan yang dibuat oleh Meghan Markle dan Pangeran Harry.

Dilansir oleh BBC, Meghan menjelaskan bahwa di dalam keluarga kerajaan ada kekhawatiran dan percakapan terkait seberapa gelap kulitnya saat dia lahir.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved