Kudeta Militer Myanmar

60 Orang Tewas Sejak Kudeta Militer, 2 Anggota Partai NLD Tewas di Tahanan

Zaw Myat Linn merupakan anggota Partai NLD kedua yang meninggal di tahanan.

Editor: Isvara Savitri
MYITKYINA NEWS JOURNAL via Sky News
Suster Ann Roza Nu Tawng, seorang biarawati di Myitkyina, Myanmar, berlutut di hadapan sejumlah aparat yang juga ikut berlutut. Suster Ann Roza memohon kepada aparat Myanmar agar tak menembaki para pengunjuk rasa pada Senin, 8 Maret 2021. Namun, terdengar tembakan dengan dua orang dikonfirmasi tewas. 

TRIBUNMANADOWIKI, NAYPYITAW - Penguasa militer Myanmar hingga kini masih menembaki demonstran yang menentang kudeta militer.

Sejauh ini ada 60-an orang yang tewas karena ditembak.

Selain itu junta militer juga dikabarkan melakukan penyiksaan terhadap tahanan dari Partai National League for Democracy (NLD) di dalam ruang tahanan.

Junta militer Myanmar memang menangkap puluhan anggota Partai NLD, salah satunya Aung San Suu Kyi saat melakukan kudeta.

Salah seorang anggota Partai NLD, Zaw Myat Linn adalah orang kedua yang tewas dalam tahanan.


Para pengunjuk rasa berlindung di balik perisai buatan sendiri setelah gas air mata ditembakkan selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 8 Maret 2021. (Tribunnewswiki.com/Istimewa)

Myat Linn meninggal dalam tahanan setelah dia ditangkap pada hari Selasa, kata seorang mantan anggota parlemen, tokoh partai kedua yang tewas dalam penahanan dalam beberapa hari, dikutip Al Jazeera, Rabu (10/3/2021).

Zaw Myat Linn meninggal dalam tahanan setelah dia ditahan di Yangon sekitar pukul 01:30 pagi, kata Ba Myo Thein, seorang anggota majelis tinggi parlemen yang dibubarkan.

“Dia terus berpartisipasi dalam protes,” kata Ba Myo Thein.

Saat ini kerabat mencoba untuk mengambil jenazah di Rumah Sakit Militer.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved