Hari Raya Nyepi 1943 Saka

Umat Hindu di Manado Peringati Hari Raya Nyepi, Warga Sekitar Pilih Menunda Pesta

I Ketut Dirta mengungkapkan kerukunan umat beragama di Manado luar biasa.

Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Istimewa
Pura Jagadhita, Manado. 

TRIBUNMANADOWIKI, MANADO - Pura Jagadhita menjadi pura di Kelurahan Taas Lingkungan IV, Kecamatan Tikala, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang sering digunakan ibadah bagi umat Hindu.

Pura ini letaknya berada di ketinggian, jauh lebih tinggi dari pemukiman warga.

Di sekitarnya, terdapat dua bangunan gereja yang letaknya hanya puluhan meter tepat berada di bawah Pura Jagadhita.

Posisi dua gereja tersebut rapat dengan pura, sehingga letaknya tidak kelihatan dari atas.

Dua bangunan gereja dan pura dalam satu lingkungan tersebut menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Manado yang mana mayoritas melindungi minoritas.

Baca juga: KPI Sikapi Acara Lamaran hingga Pernikahan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Disiarkan di TV

Baca juga: Chloe Bennet, Aktris China-Amerika yang Sukses dalam Hollywood

Hal ini diungkapkan oleh Pindanita Pura Jagadhita, I Ketut Dirta

"Tak jauh dari gereja itu ada masjid," kata dia. Ketut dijumpai Tribun Manado Minggu (14/3/2021) di Hari Raya Nyepi saat usai bersembahyang di rumahnya yang berada samping pura. 

Saat Tribun Manado bicara dengan Ketut, udara memuntahkan perkataan injil dari pengeras suara gereja yang pagi itu menggelar ibadah via pengeras suara yang marak di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Ketut tak terganggu sedikitpun. Malah menyebutnya harmoni sesuai tema Nyepi di masa pendemi ini.  

Menurut Ketut, prosesi sembahyang massal sudah berlangsung sejak dua hari lalu. 

Baca juga: Mengenal Gochujang, Past Cabai yang Banyak Digunakan dalam Masakan Korea

Baca juga: Banyak Terjadi Pembekuan Darah Usai Vaksinasi, 8 Negara Eropa Tangguhkan Penggunaan AstraZeneca

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved