Kudeta Militer Myanmar

Militer Myanmar Tembak 38 Pengunjuk Rasa, Total 126 Korban Jiwa Sejak 1 Februari 2021

Salah seorang polisi dilaporkan turut tewas dalam demonstrasi pada Minggu (14/3/2021).

Editor: Isvara Savitri
STR/AFP
Polisi berdiri di dekat barikade darurat yang dipasang oleh pengunjuk rasa selama penumpasan terhadap demonstrasi menentang kudeta militer di kota Hlaing Tharyar di Yangon pada 14 Maret 2021. 

TRIBUNMANADOWIKI, YANGON - Militer Myanmar hingga kini tidak menurunkan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa anti-kudeta militer.

Padahal negara tersebut sudah mendapat protes keras dan kecaman dari negara-negara dunia.

Bahkan perilakunya justru semakin brutal.

Pada Minggu (14/3/2021) pasukan militer kembali menembak mati 38 pengunjuk rasa.

Jumlah ini menyebabkan total korban meninggal sejak kudeta militer 1 Februari 2021 sebanyak 126 orang.

Setidaknya 38 pengunjuk rasa di seluruh Myanmar telah tewas dalam tindakan keras terbaru terhadap gerakan anti-kudeta, kata sebuah kelompok advokasi, ketika para jenderal yang merebut kekuasaan pada 1 Februari mengumumkan darurat militer di dua wilayah di Yangon tempat pabrik-pabrik China dibakar, dikutip Al Jazeera, Minggu (14/3/2021).

Seorang petugas polisi juga tewas menjadikan hari Minggu sebagai hari paling mematikan sejak demonstrasi massa menentang kudeta dimulai enam minggu lalu.


Pasukan keamanan berjaga selama demonstrasi oleh pengunjuk rasa menentang kudeta militer di kota Hlaing Tharyar Yangon pada 14 Maret 2021. Pada hari Minggu, pasukan keamanan Myanmar menembak mati 38 orang pengunjuk rasa dan disebut sebagai hari paling mematikan sejak kudeta militer 1 Februari lalu. (STR/AFP)

Sebanyak 126 orang sejauh ini telah terbunuh dalam "tindakan keras dan penumpasan sewenang-wenang" sejak kudeta, kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), memperingatkan bahwa korban "meningkat secara drastis".

Jumlah orang yang ditangkap naik menjadi lebih dari 2.150 orang pada hari Sabtu, tambahnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved