Ramadhan 1442 Hijriah

Ibadah Berjamaah di Bulan Ramadhan Diperbolehkan, Asrorun: Harus Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

"Harus tetap menjaga protokol kesehatan. Ini penting untuk diingatkan," tutur Asrorun.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Herudin
Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh. 

TRIBUNMANADO, JAKARTA - Pemerintah telah memberikan kelonggaran untuk menjalankan ibadah yang melibatkan kerumunan.

Adanya kelonggaran ini membuat peribadatan di bulan Ramadhan sudah bisa dilakukan umat Islam.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh

Namun Asrorun menegaskan bahwa protokol kesehatan tetap harus diterapkan secara ketat.

"Di satu sisi pemerintah sudah melonggarkan aktivitas yang berdampak kerumunan tetap harus protokol kesehatan, karenanya ibadah yang berjamaah pada saat bulan Ramadhan itu sudah memungkinkan untuk dilakukan," ujar Asrorun dalam siaran radio, Rabu (17/8/2021).


Ilustrasi Sholat Idul Fitri di Negara-negara di Jazirah Arab. (Serambi Indonesia - Tribunnews.com)

Menurutnya, protokol kesehatan serta perilaku 3M tetap harus dijalankan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini.

"Harus tetap menjaga protokol kesehatan. Ini penting untuk diingatkan," tutur Asrorun.

Mencegah penularan Covid-19, menurut Asrorun, merupakan kewajiban seluruh umat Islam.

Sehingga protokol kesehatan tetap harus diterapkan selama menjalankan ibadah khususnya di bulan Ramadhan.

"Tetapi tetap harus prokes secara ketat semata untuk kepentingan tanggung jawab sosial kita di dalam memutus mata rantai Covid-19," kata Asrorun.

Baca juga: Menjadi Satu-satunya Aktor Muslim dalam Nominasi Best Actor di Academy Awards, Siapakah Riz Ahmed?

Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta Rabu 17 Maret 2021: Pembunuh Roy Kembali Dicari, Andin Curigai Elsa

Sejumlah ibadah bakal dilaksanakan umat Islam pada bulan Ramadhan.

Kegiatan peribadatan akan meningkat selama Ramadhan.

Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

Komisi Fatwa MUI menggelar rapat pleno membahas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadhan, Selasa (16/3/2021).

Rapat pleno tersebut menghasilkan penetapan Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.


Ilustrasi vaksin. (Freepik.com)

"Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan dan pada saat yang sama dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity dengan program vaksinasi covid19 secara masif," ujar Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021).

Fatwa tersebut menyebutkan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.

Injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved