Internasional

Joe Biden Sebut Vladimir Putin Sebagai Pembunuh, Rusia Tarik Duta Besarnya dari AS

"Harga yang akan dia bayar, Anda akan lihat sebentar lagi," tambah Biden, merujuk pada dugaan intervensi Pemilu.

Editor: Isvara Savitri
SAUL LOEB/AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang pengesahan Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC, pada 6 Maret 2021. 

TRIBUNMANADOWIKI, MOSKOW - Dalam sebuah rekaman wawancara, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh.

Wawancara tersebut disiarkan pada Rabu (17/3/2021) menyusul adanya laporan intelijen AS terkait intervensi Rusia di Pemilu AS.

Biden juga mengatakan bahwa Putin akan membayar harga yang harus dibayar karena turut campur tangan dalam urusan dalam negeri AS.

Anadolu Agency melaporkan bahwa ada isu lama campur tangan Moskow pada Pemilu AS 2020.

Namun tentu saja tudingan tersebut disangkal oleh Rusia.


Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara dengan CEO Johnson & Johnson dan Merck di South Court Auditorium Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower 10 Maret 2021 di Washington, DC. Presiden Biden mengumumkan bahwa pemerintah akan membeli 100 juta lebih dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. (Alex Wong/Getty Images/AFP)

Saat ditanya George Stephanopoulos dari ABC News apakah dia yakin Putin adalah 'pembunuh', Biden menjawab: "Saya yakin."

Biden juga diberi pertanyaan mengenai laporan intelijen AS bahwa Presiden Putin berusaha menggagalkannya dan mempromosikan Donald Trump.

"Harga yang akan dia bayar, Anda akan lihat sebentar lagi," tambah Biden, merujuk pada dugaan intervensi Pemilu.

Biden juga mengatakan saat dia memberi tahu Putin bahwa dia yakin pemimpin Rusia itu tidak memiliki jiwa, Putin menjawab: "Kita saling memahami."

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved