Torang Kanal

Masih Muda Sudah Memiliki 2 Perusahaan Sendiri, Ini Tips dari Noni Sulut 2018

“Kami ingin wanita melihat diri mereka dari sisi yang berbeda. Ukuran bukan menjadi tolak ukur kecantikan seorang wanita,” kata Brenda.

Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Istimewa
Noni Sulut 2018, Brenda Angelia Tumbelaka. 

TRIBUNMANADOWIKI, TORANG KANAL - Di Sulawesi Utara (Sulut) ada ajang pemilihan putra dan putri terbaik seperti umumnya daerah lain bernama pemilihan Nyong-Noni Sulut (NNS).

Ajang tersebut mampu mencetak seseorang yang tak hanya rupawan namun juga cerdas.

Ditambah lagi attitude yang baik, kreatif, inovatif, dan berdedikasi tinggi terhadap sesuatu.

Brenda Angelia Tumbelaka merupakan salah satu alumni ajang pemilihan tersebut.

Perempuan asal Totabuan ini berhasil meraih gelar Noni Sulu 2018.

Saat ini ia sudah berkarie di Pulau Dewata, Bali.

Brenda, atau yang lebih akrab disapa Enda, berkata bahwa dirinya mengikuti NNS untuk merepresentasikan hometown-nya, yaitu Kota Kotamobagu di mata Sulut. 

Awala tak berencana untuk meraih gelar tertinggi, melainkan dia berusaha mengimplementasikan ilmu yang ia miliki dan melakukan yang terbaik selama mengikuti proses karantina. 

“Saya mencari pengalaman. Dibarengi dengan berusaha sebaik mungkin, sebab saya yakin apabila kita mengusahakan yang terbaik maka outcome pun baik,” jelas gadis kelahiran Manado, 31 Oktober 1997 ini. 

Pelajaran terbaik yang Brenda dapatkan setelah mengikuti NNS adalah pentingnya menjadi diri sendiri. 

Baca juga: Jadi Saksi Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Siapa Anggia Putri Tesalonika Kloer?

Baca juga: Tak Bisa Mengonsumsi Susu? Mungkin Anda Menderita Intoleransi Laktosa, Ketahui Penyebabnya

“Jangan meng-copy orang lain. Hanya karena orang lain melakukan suatu hal, kita tak harus mengikuti mereka. Berusahalah menjadi diri sendiri,” kata Brenda. 

Bagi yang sudah mengikuti akun instagram Brenda tentu tahu betapa seringnya ia mengunggah konten hidup sehat.

Ternyata, hal tersebut merupakan tujuan hidupnya. 

“Tujuan hidup saya adalah menjadi happy dan sehat. Tapi dibalik semua kesenangan dan kesehatan tentu ada kerja keras. Menurut saya, kebahagiaan dan tubuh yang sehat tak akan kita dapatkan apabila kita bergeming. Artinya saat ini saya melakukan apa yang saya sukai,” jelas Brenda. 

Gadis penikmat musik indie dan pop ini berkata, memiliki finansial yang stabil di usianya yang masih sangat muda, 23 tahun, merupakan suatu achievement terbesar dalam hidupnya. 

“Usia 23 tahun, finansial stabil, bahkan saya memiliki dua perusahaan saat ini. Itu merupakan pencapaian besar,” kata alumni SMA Katolik Theodorus Kotamobagu ini. 

Dia juga bersyukur karena saat ini ia tak bergantung kepada siapa-sapa.

Dirinya tumbuh menjadi gadis yang independen, dan dia bahagia akan hal itu. 

Brenda memberikan sedikit tips untuk para milenial yang ada di Sulut, terlebih khusus Kotamobagu

“Bagi milenial yang ingin memulai hidup sehat, pertama-tama harus mencari tahu dulu alasan mengapa ingin hidup sehat. Bila tidak, akan sulit bagi untuk melakukan rutinitas hidup sehat. 

Baca juga: BOCORAN Ikatan Cinta Kamis 18 Maret 2021: Pak Chandra Senang Melihat Reyna, Al dan Andin Cari Ojol

Baca juga: Samsung Luncurkan Galaxy A52 dan A52G, Simak Spesifikasinya

Setelah memulai hidup sehat, hasil dari usaha kalian akan terasa.

Pada awalnya mungkin sulit, tapi ala bisa karena biasa. Jadikanlah kebiasaan sehari-hari agar terbiasa,” paparnya. 

Brenda menyandang dua gelar (double-degree), yakni Bachelor of Business Administration di Shih Chien University dan Sarjana Manajemen di Universitas Surabaya.

Dirinya mahir berbahasa Inggris dan Mandarin. 

Brenda yang menggemari horse riding kini sedang fokus mengembangkan salah satu bisnisnya, yakni Wear Ramé Bodysuits yang menyasar pada kaum hawa. 

Inovasi dan kreatifitas Brenda dituangkannya dalam bisnis tersebut. Dengan mengedepankan tema “Body Positivity and Self-Love”, 

Brenda beserta timnya tak lagi mengidentifikasikan ukuran pakaian yang umum (S, M, L, XL) melainkan mereka meminta customer untuk mengirimkan size secara pribadi. 

Mulai dari lingkar dada, lingkar pinggang, lingkar panggul, dan tinggi badan. Hal tersebut merupakan salah satu usaha mereka agar tingkat kepercayaan diri customer semakin meningkat. 

Baca juga: Joe Biden Sebut Vladimir Putin Sebagai Pembunuh, Rusia Tarik Duta Besarnya dari AS

Baca juga: Ataksia Friedreich, Penyakit Keturunan yang Bisa Menyebabkan Kematian

“Kami ingin wanita melihat diri mereka dari sisi yang berbeda. Ukuran bukan menjadi tolak ukur kecantikan seorang wanita,” kata Brenda. 

So, dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Brenda pantas menjadi patron yang baik bagi kaum milenial.

Meskipun Brenda berkata jangan meng-copy orang lain, tapi semoga saja semangat, kerja keras, motivasi, dan usaha Brenda bisa dijadikan acuan bagi para kaum milenial di Kotamobagu.(*)

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Cerita Noni Sulut Asal Kotamobagu Brenda Angelia Tumbelaka, Bisa Dijadikan Patron Milenial.

Berita lainnya tentang Torang Kanal.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
1613 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved