Kesehatan

Tak Bisa Mengonsumsi Susu? Mungkin Anda Menderita Intoleransi Laktosa, Ketahui Penyebabnya

Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak bisa mengonsumsi susu dan produk olahannya.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu memproses makanan susu dan produk olahannya. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Tidak semua tubuh manusia mampu mencerna laktosa.

Hal ini disebut intoleransi laktosa, di mana terjadi gangguan pencernaan akibat tubuh tidak bisa mencerna laktosa.

Ciri-cirinya adalah diare, perut kembung, dan sering buang angin usai mengonsumsi makanan atau minuman mengandung laktosa.

Produk makanan dan minuman yang mengandung laktosa adalah susu atau produk olahannya.

Dalam tubuh normal, ada enzim alami yang disebut laktase, berguna untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa agar mudah diserap dan digunakan sebagai sumber energi.


Ilustrasi intoleransi laktosa. (Freepik.com)

Pada penderita intoleransi laktosa, tubuh tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah yang cukup.

Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna masuk ke usus besar dan terfermentasi oleh bakteri.

Kondisi ini memunculkan keluhan intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa kerap disamakan dengan alergi susu, padahal kedua kondisi ini sangat berbeda.

Alergi susu terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat pada susu.

Bukan hanya gangguan saluran pencernaan, alergi susu juga dapat menimbulkan reaksi atau gejala lainnya, seperti ruam kemerahan yang terasa gatal dan sesak napas.

Penyebab

Berikut ini adalah berbagai penyebab intoleransi laktosa berdasarkan jenisnya:

• Intoleransi laktosa primer

Intoleransi laktosa primer disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari orang tua.

Baca juga: Ataksia Friedreich, Penyakit Keturunan yang Bisa Menyebabkan Kematian

Baca juga: Menjadi Satu-satunya Aktor Muslim dalam Nominasi Best Actor di Academy Awards, Siapakah Riz Ahmed?

Kondisi ini terjadi ketika produksi laktase menurun seiring bertambahnya usia.

Biasanya, intoleransi laktosa primer mulai terjadi pada usia 2 tahun, tetapi keluhan baru muncul saat memasuki masa remaja atau dewasa.

• Intoleransi laktosa sekunder

Intoleransi laktosa sekunder terjadi akibat penurunan produksi laktase yang disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, infeksi usus, atau radang usus besar, dan bisa juga efek dari kemoterapi atau penggunaan antibiotik dalam jangka panjang.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1608 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved