Kesehatan

Hobi Menggertakkan Gigi atau Mengatupkan Rahang dengan Keras? Simak Penyebabnya

Kebiasaan menggertakkan gigi dan mengatupkan rahang dengan keras disebut bruxism.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Bruxism dapat terjadi pada siang maupun malam hari, namun bruxism yang paling parah adalah yang terjadi pada malam hari. 

TRIBUNMANADOWIKI, KESEHATAN - Tidak semua orang familiar dengan istilah kesehatan bruxism.

Bruxism merupakan kebiasaan parafungsi berupa menggertakkan gigi-gigi (grinding).

Selain itu mengatupkan rahang atas dan bawah dengan keras (clenching) juga termasuk bruxism.

Kebiasaan ini bisa terjadi pada siang atau malam, namun bruxism paling parah terjadi pada malam hari.

Penyebab bruxism pun bermacam-macam, bisa karena stres maupun faktor psikososial.

Gejala


Bruxism adalah kebiasaan parafungsi berupa menggertakkan gigi-gigi (grinding) atau mengatupkan rahang atas dan bawah dengan keras (clenching). (halodoc)

Gejala bruxism dinilai dari adanya keausan gigi.

Bentuk tonjol gigi yang curam, peningkatan derajat mobilitas gigi yang terlibat, maloklusi, patahnya gigi akibat tekanan yang berlebihan, dan kelainan pada sendi.

Kelainan sendi temporomandibula merupakan suatu sindrom rasa nyeri pada sendi rahang yang dikenal dengan temporomandibular disorder (TMD).

Baca juga: Ikatan Cinta Jumat 19 Maret 2021: Aldebaran Putus Asa Cari Driver Ojol, Nino Pilih Jauhi Reyna

Baca juga: Mengenal Nutrisi Tidak Seimbang yang Bisa Sebabkan Kegemukan atau Kekurusan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved