Kudeta Militer Myanmar

Aparat Militer Myanmar Menembak Secara Brutal di Pinggiran Kota, Bocah 7 Tahun Tewas

Keluarga mengatakan bahwa tadinya anggota militer menembak ayahnya, namun gadis tersebut juga dipukul.

Editor: Isvara Savitri
STR/AFP
Seorang pria memegang poster yang menampilkan pengunjuk rasa Kyal Sin saat orang-orang menghadiri prosesi pemakamannya di Mandalay pada 4 Maret 2021, sehari setelah dia ditembak di kepala saat mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer. 

TRIBUNMANADOWIKI, MANDALAY - Selasa (23/3/2021) aparat keamanan Myanmar menembak mati seorang anak perempuan berusia 7 tahun.

Dilansir dari Reuters pada Rabu (24/3/2021), seorang saksi mata mengungkapkan anak perempuan tersebut ditembak di dalam rumahnya di Kota Mandalay.

Saat itu aparat keamanan Myanmar dilaporkan menembak secara brutal di pinggiran kota.

Kejadian ini juga dikonfirmasi oleh petugas pemakaman Mandalay yang mengatakan kepada Reuters bahwa anak tersebut tewas karena luka tembak.

Sejauh ini anak perempuan tersebut menjadi korban termuda sejak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan selama penolakan anti-kudeta militer.


Massa menggelar aksi solidaritas untuk Myanmar di depan Gedung ASEAN, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2021). Dalam aksi solidaritas tersebut massa mengutuk keras terjadinya kudeta militer dan mendesak penegakan demokrasi serta perlindungan HAM di Myanmar. (Tribunnews/Jeprima)

Anggota keluarga menjelaskan militer awalnya menembak ayahnya, tetapi juga memukul gadis yang duduk di pangkuannya di dalam rumah mereka.

Demikian pengakuan anggota keluarga kepada kantor media Myanmar Now.

“Dua orang juga tewas di distrik itu,” katanya.

Militer tidak segera mengomentari insiden itu.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved